Jumat, 21 September 2018

Disebut PKI, Jokowi: Awas Kalau Ketemu Orangnya, Saya Gebuk

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) memimpin rapat terbatas persiapan Asian Games XVIII di kantor Presiden, Jakarta, 6 Maret 2018.  ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Jokowi (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) memimpin rapat terbatas persiapan Asian Games XVIII di kantor Presiden, Jakarta, 6 Maret 2018. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Banten - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengungkapkan kekesalannya lantaran kerap difitnah sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) di media sosial. Ia mengatakan bakal memukul pelakunya jika berhasil ditemukan.

    "Awas kalau ketemu tak gebuk betul itu," kata Jokowi saat membagikan sertifikat tanah di Alun-Alun Barat, Kota Serang, Banten, Rabu, 14 Maret 2018.

    Baca juga: Jokowi Curhat Soal Tudingan Dirinya PKI

    Jokowi menuturkan fitnah dirinya seorang PKI tidak masuk akal. Pasalnya PKI bubar tahun 1965, sementara ia lahir 1961. "Masa ada PKI umur tiga tahun, PKI balita. Ini gimana kadang-kadang ya jengkel, tapi nyari orangnya enggak ketemu-ketemu," kata dia.

    Menurut dia, meski dasar fitnah tersebut tidak logis, masih banyak orang yang mempercayainya.

    Fitnah-fitnah seperti itu kerap muncul menjelang pemilihan kepala daerah ataupun pemilihan presiden. Jokowi meminta masyarakat tidak termakan fitnah seperti ini sehingga persatuan antarwarga tetap terjaga.

    Ini bukan pertama kali Jokowi mengungkapkan kekesalannya kerap difitnah PKI. Sebelumnya, saat membagikan sertifikat tanah di Sentul, Bogor, 6 Maret lalu ia mengungkapkan hal serupa.

    Isu Jokowi adalah PKI memang kerap menyerang mantan Wali Kota Solo ini. Bahkan seseorang bernama Bambang Tri Mulyono, pernah menulis buku 'Jokowi Undercover' yang isinya menuduh Jokowi keturunan PKI. Bambang akhirnya ditangkap polisi dan divonis hukuman 3 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Blora, Jawa Tengah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.