Kapolri Tito Karnavian Pastikan Operasi Tinombala Belum Berakhir

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota TNI bersiap untuk melakukan penyisiran kolompok sipil bersenjata Santoso di Watutau, Lore Peore, Poso, Sulawesi Tengah, 23 Maret 2016. Penyisiran tersebut merupakan operasi Tinombala yang kini diarahkan ke daerah Sedoa, Lore Utara, Poso. ANTARA FOTO

    Sejumlah anggota TNI bersiap untuk melakukan penyisiran kolompok sipil bersenjata Santoso di Watutau, Lore Peore, Poso, Sulawesi Tengah, 23 Maret 2016. Penyisiran tersebut merupakan operasi Tinombala yang kini diarahkan ke daerah Sedoa, Lore Utara, Poso. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian memastikan belum mencabut Operasi Tinombala di Poso, Sulawesi Tengah. Operasi tersebut masih diteruskan untuk menangkap sekitar 10 orang yang tersisa dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur.

    "Operasi penanganan terorisme masih kami lakukan di Poso, Operasi Tinombala, karena masih ada kurang dari 10 orang lagi yang masih melakukan aksi," kata Tito dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 14 Maret 2018.

    Baca juga: Kapolri Tito Karnavian Minta TNI Bantu Pengamanan Pemilu

    Meski belum mencabut operasi, Tito mengatakan pihaknya telah mengurangi personel kepolisian dalam Operasi Tinombala. "Anggotanya kami kurangi, sesuai dengan jumlah sasaran atau pelaku yang ada di sana," kata Tito.

    Satuan Tugas Tinombala awalnya dibentuk untuk melumpuhkan dan menangkap jaringan teroris Mujahidin Indonesia Timur yang dipimpin Santoso. Adapun Santoso telah tewas setelah baku tembak dengan satgas pada 18 Juli lalu. Setelah kematian Santoso, anak buahnya berturut-turut turun gunung.

    Kekuatan mereka pun diduga semakin lemah. Ada yang menyerahkan diri, ada yang ditangkap karena kelelahan, atau tewas. Tersisa 11 orang termasuk Ali Kalora, yang disebut-sebut memiliki tingkat kekuatan ketiga setelah Santoso dan Basri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.