Wapres Jusuf Kalla Diundang ke Konferensi Agama di Kazakhstan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Afghanistan Ashraf Ghani bersalaman dengan Wapres Jusuf Kalla sebelum berfoto bersama delegasi dari sejumlah negara dalam konferensi Kabul Peace Process di Kabul, Afganistan, 28 Februari 2018. Selama di Kabul, Wakil Presiden didampingi Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi. REUTERS/Omar Sobhani

    Presiden Afghanistan Ashraf Ghani bersalaman dengan Wapres Jusuf Kalla sebelum berfoto bersama delegasi dari sejumlah negara dalam konferensi Kabul Peace Process di Kabul, Afganistan, 28 Februari 2018. Selama di Kabul, Wakil Presiden didampingi Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi. REUTERS/Omar Sobhani

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima kunjungan Ketua Senat Parlemen Republik Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev di kantornya, Jakarta, Rabu, 14 Maret 2018. Delegasi itu membawa undangan untuk Kalla.

    "Parlemen Kazakhstan mengunjungi Indonesia, disamping hubungan timbal balik, juga mengundang untuk menghadiri pertemuan antar agama dunia di Kazakhstan," kata Kalla di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu, 14 Maret 2018.

    Baca juga: Jokowi Diundang Menghadiri Konferensi Politik-Agama di Kazakhstan

    Jusuf Kalla menyambut baik undangan tersebut. Menurut dia, pertemuan itu penting untuk perdamaian dunia. Kalla mengatakan, Indonesia sebagai negara Islam yang besar sangat berpartisipasi dalam perdamaian.

    Tokayev menuturkan, pihaknya percaya Indonesia yang merupakan negara berpenduduk beragama Islam terbesar di dunia mampu berkontribusi dalam acara tersebut. "Kami percaya Indonesia bisa merepresentasikan dunia Islam dan bicara kepentingan umat," ujarnya.

    Pertemuan tersebut merupakan Congress of Leaders of World and Traditional Religions ke-6 yang akan digelar di Astana, Kazakhstan pada 10-11 Oktober 2018. Selain kepada Kalla, delegasi parlemen Kazakhstan sebelumnya juga telah mengundang Presiden Joko Widodo untuk menghadiri forum yang sama. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.