Jumat, 21 September 2018

Alumni 212 Akan Seleksi Calon Presiden untuk Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta mengikuti aksi 299 yang diprakarsai Presidium Alumni 212 di depan Komples Parlemen, Senayan, Jakarta, 29 September 2017. ANTARA

    Peserta mengikuti aksi 299 yang diprakarsai Presidium Alumni 212 di depan Komples Parlemen, Senayan, Jakarta, 29 September 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Presidium Alumni 212 membentuk Komite Independen Bakal Calon Presiden yang akan mengusung poros baru untuk melawan Joko Widodo (Jokowi) dalam pemilihan presiden (pilpres) 2019. "Sangat tidak normal kalau negara sebesar ini susah mencari pemimpin," kata Ketua Panitia Pengarah Komite, Amiruddin, dalam konferensi pers di Sekretariat Nasional Presidium Alumni 212, Tebet, Jakarta Selatan.

    Ketua Pelaksana Komite Yudi Syamhudi Sayuti menjelaskan bahwa mereka akan menjaring bakal calon presiden, salah satunya melalui roadshow. "Ingin memilih bakal calon presiden yang kuat untuk menghadapi Jokowi."

    Baca:
    Indo Barometer: Sulit Membentuk Poros Ketiga di Pilpres 2019...
    PAN: Peluang Poros Baru Pilpres 2019 Masih...

    Yudi Syamhudi Sayuti menyebutkan kriteria untuk para kandidat. Syaratnya beragama Islam, tokoh politik atau ketua umum dari partai yang tidak mengusung Jokowi, tokoh agama atau tokoh sentral keagamaan berskala nasional, serta tokoh nasional atau cendekiawan.

    Pendaftaran untuk bakal calon presiden dapat dilakukan hingga 20 Mei 2018. Komite akan menyeleksi 40 orang yang dipandang layak untuk menjadi presiden. Visi dan misi harus disampaikan melalui streaming video dengan durasi 15 menit. Para bakal calon akan diseleksi hingga enam besar.

    Baca:
    Demokrat, PAN, PKB Matangkan Poros Ketiga untuk Pilpres 2019...
    Pengamat: Demokrat Akan Diuntungkan jika...

    Enam besar bakal calon presiden akan direkomendasikan Presidium Alumni 212 untuk diusung partai politik. Menurut Yudi, sudah ada partai politik yang tertarik dengan pencalonan ini.

    Yudi menyampaikan pencalonan ini dilakukan agar tidak ada poros tunggal yang mencelakai demokrasi. Selain itu, guna melibatkan masyarakat dalam mengambil keputusan politik untuk pilpres 2019. "Kami ingin masyarakat terlibat dalam keputusan politik."

    FADIYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.