BNPT Sebut Abu Bakar Baasyir Masih Terpapar Paham Radikal

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Baasyir (tengah) dengan pengawalan petugas saat tiba untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di RSCM Kencana, Jakarta, 1 Marte 2018. Abu Bakar Baasyir mendatangi RSCM untuk melakukan kontrol kesehatan atas sakit yang dideritanya. ANTARA/Reno Esnir

    Terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Baasyir (tengah) dengan pengawalan petugas saat tiba untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di RSCM Kencana, Jakarta, 1 Marte 2018. Abu Bakar Baasyir mendatangi RSCM untuk melakukan kontrol kesehatan atas sakit yang dideritanya. ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menutup opsi tahanan rumah untuk narapidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir. Menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius, saat ini pemerintah sedang menurunkan tim assessment untuk menelisik paham radikal yang masih melekat pada Baasyir.

    BNPT sejauh ini menilai Baasyir masih terpapar paham radikal. "Kalau dilihat, dia masih yang hardcore (keras)," kata Suhardi di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, pada Senin, 12 Maret 2018.

    Baca: Kepala BNPT ke Kemendagri: Ada Mantan Teroris Dipersulit Buat KTP

    Namun, kata Suhardi, untuk menentukan Baasyir masih mempunyai paham radikal atau tidak, akan dilakukan assessment bersama antara BNPT, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kepolisian RI, serta Badan Intelijen Negara. "Jadi tim yang nanti menentukan," ujarnya.

    Status tahanan rumah telah diajukan pihak kuasa hukum Abu Bakar Baasyir sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY. Permintaan ini diajukan dengan dasar Baasyir telah berusia lanjut serta sakit-sakitan dan ingin dirawat oleh keluarganya di rumah.

    Baca: BNPT Teken MoU dengan Kemendagri untuk Penanggulangan Terorisme

    Pemerintah menyatakan tak bisa mengabulkan opsi tahanan itu. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto pun mengungkapkan rencana pemindahan Abu Bakar Baasyir ke rumah tahanan di sekitar Klaten agar dekat dengan kampung halamannya. "Jadi lebih mudah saudaranya membesuk, lebih mudah juga berkomunikasi dengan familinya," katanya. Namun mantan Panglima TNI ini memastikan perlakuan dan pengawasan terhadap Baasyir tetap sama seperti layaknya di rumah tahanan.

    Wiranto menepis adanya isu bahwa Abu Bakar Baasyir akan menjadi tahanan rumah serta mendapatkan amnesti dan grasi. "Sementara tidak ada. Saya harap selesai, jangan terus dimunculkan," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.