Soal Capres 2019, Anies Baswedan: Saya Ngurusin Jakarta

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendorong kursi roda seorang penyandang disabilitas menuju Perpustakaan Nasional, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, 10 Maret 2018. Anies menyusuri trotoar di Jalan MH Thamrin menuju Perpustakaan Nasional bersama sejumlah penyandang disabilitas untuk menghadiri acara ulang tahun Jakarta Barrier Free Tourism (JBFT). TEMPO/Maria Fransisca Lahur

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendorong kursi roda seorang penyandang disabilitas menuju Perpustakaan Nasional, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, 10 Maret 2018. Anies menyusuri trotoar di Jalan MH Thamrin menuju Perpustakaan Nasional bersama sejumlah penyandang disabilitas untuk menghadiri acara ulang tahun Jakarta Barrier Free Tourism (JBFT). TEMPO/Maria Fransisca Lahur

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan tidak akan berlaga dalam ajang pemilihan presiden 2019. "No no no no," katanya kepada awak media di Lapangan Arcici, Rawasari, Jakarta Timur, Ahad, 11 Maret 2018.

    Menurut Anies, Indonesia saat ini telah memiliki dua calon untuk dipilih dalam kontes politik tahun depan. "Kan sekarang sudah ada calonnya. Ada Pak Jokowi, ada Pak Prabowo. Sudah selesai. Saya ngurusin Jakarta," ujarnya sambil tersenyum.

    Hari ini, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai calon presiden dalam pilpres 2019.

    Baca juga: Di Temu Kangen Aktivis, Anies Baswedan Didukung Maju Pilpres 2019

    "Dengan rahmat Allah Yang Maha Kuasa, Tuhan Yang Maha Esa, dengan ini, kami mencalonkan Bapak Haji Prabowo Subianto menjadi Presiden RI masa bakti 2019-2024. Kepada DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Partai Gerindra agar menetapkan menjadi keputusan Partai Gerindra," ujar Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik.

    Taufik mengatakan deklarasi itu dilakukan setelah memastikan dan menyerap aspirasi secara bersama yang berkembang di tengah masyarakat dan semua kader Partai Gerindra di Provinsi DKI Jakarta.

    Atas deklarasi itu, Anies mengucapkan selamat. Dia pun mendoakan agar konsolidasi di dalam partai seusai deklarasi itu bisa berjalan dengan lancar.

    Anies disebut-sebut berpotensi untuk berlaga dalam pilpres 2019. Dalam survei Indo Barometer yang dirilis belakangan, Anies memiliki tingkat keterpilihan 12,1 persen, sementara Presiden Joko Widodo alias Jokowi 49,9 persen. Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari mengatakan Anies berpeluang menjadi penantang kuat Jokowi dalam pemilihan presiden 2019.

    Baca juga: Fadli Zon: Anies Baswedan Maksimal Jadi Cawapres di Pilpres 2019

    Tidak jauh berbeda, lembaga konsultan politik, PolMark Indonesia, melakukan simulasi penantang Jokowi dalam pilpres 2019 di luar Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Hasilnya, nama Anies Baswedan dan Jenderal Gatot Nurmantyo mampu meraih potensi elektabilitas di atas 50 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.