KPK: Novel Baswedan Tidak Ikut Seleksi Calon Deputi Penindakan

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara KPK Febri Diansyah dan Wakil ketua KPK, Laode Muhammad Syarif saat konpers OTT Jombang di Gedung KPK, Jakarta, 4 Februari 2018. Uang itu dikumpulkan Inna dari dana kapitasi 34 Puskesmas di Jombang. TEMPO/Amston Probel

    Juru bicara KPK Febri Diansyah dan Wakil ketua KPK, Laode Muhammad Syarif saat konpers OTT Jombang di Gedung KPK, Jakarta, 4 Februari 2018. Uang itu dikumpulkan Inna dari dana kapitasi 34 Puskesmas di Jombang. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Febri Diansyah, berujar tidak ada nama Novel Baswedan dalam daftar calon Deputi Penindakan dan Direktur Penyidikan KPK. Menurut dia, kondisi Novel masih sakit sehingga dipastikan tidak bisa mengikuti seleksi.

    "Novel masih sakit. Setahu saya, tidak daftar," katanya saat dihubungi, Ahad, 11 Maret 2018.

    Baca: 16 Nama Calon Deputi dan Direktur Penindakan KPK

    Febri menuturkan nama-nama kandidat yang diumumkan ke publik baru dari Kepolisian RI dan Kejaksaan. Adapun kandidat dari internal KPK belum dapat diumumkan.

    KPK melelang jabatan deputi penindakan setelah posisi tersebut ditinggalkan Inspektur Jenderal Heru Winarko, yang digeser sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional.

    Proses lelang jabatan, kata Febri, bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan karena harus melalui proses seleksi yang panjang, yakni administrasi, tes potensi psikotes, tes bahasa Inggris, tes kesehatan, dan wawancara dengan pimpinan KPK.

    Simak: Jabatan Deputi Penindakan KPK Dilelang, Tengok Proses Seleksinya

    Sejauh ini, nama yang masuk berjumlah 13 orang. Mereka berasal dari Kejaksaan dan Polri untuk jabatan deputi serta tiga orang dari Polri untuk jabatan direktur.

    Calon Deputi Penindakan KPK dari Polri:
    1. Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Toni Harmanto
    2. Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat Brigadir Jenderal Firli
    3. Brigadir Jenderal Abdul Hasyim Gani

    Calon Deputi Penindakan KPK dari Kejaksaan:
    1. Feri Wibisono
    2. Fadil Zumhana
    3. Heffinur
    4. Wisnu Baroto
    5. Oktovianus
    6. Tua Rinkes Silalahi
    7. Witono

    Calon Direktur Penindakan KPK dari Polri:
    1. Edy Supriyadi
    2. Andy Hartoyo
    3. Djoko Poerwanto

    Lihat: KPK Jelaskan Kerumitan Menyidik Kasus E-KTP

    Febri menuturkan posisi yang dilelang itu merupakan jabatan yang sangat strategis di KPK. Karena itu, ia meminta masyarakat ikut serta dalam memberikan masukan. "Masyarakat bisa langsung ke KPK atau memberikan surat untuk memberikan masukan," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.