Murai Batu Milik Jokowi Kalah di Lomba Burung Berkicau

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) berfoto bersama para juara dalam festival dan pameran Burung Berkicau Piala Presiden di Kebun Raya Bogor, 11 Maret 2018. Burung jenis murai batu milik Jokowi kalah dan hanya masuk nominasi 10 besar. TEMPO/Friski Riana

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) berfoto bersama para juara dalam festival dan pameran Burung Berkicau Piala Presiden di Kebun Raya Bogor, 11 Maret 2018. Burung jenis murai batu milik Jokowi kalah dan hanya masuk nominasi 10 besar. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengikuti festival dan pameran Burung Berkicau Piala Presiden Jokowi di Kebun Raya Bogor, pada Ahad pagi, 11 Maret 2018.

    Burung jenis murai batu milik Jokowi berada di nomor 36. Namun, dalam penilaian juri, burung milik Jokowi kalah. "Kalah. Gimana lagi. Berarti jurinya jujur, baik," kata Jokowi soal penilaian juri.

    Jokowi mengungkapkan, sebetulnya yang hobi mengoleksi burung adalah istri dan anak perempuannya, Iriana Jokowi dan Kahiyang Ayu. "Saya penikmat saja, dengerin saja," ujarnya.

    Baca juga: Jokowi Hadiri Festival Burung Berkicau di Kebun Raya Bogor

    Kendati begitu, Jokowi terkesan karena jumlah burung di Kebun Raya Bogor kini semakin banyak. Jenis burung yang sering dilihatnya ialah kutilang, cucak, kepodang, jalak suren, dan prenjak.

    Boy, pendiri komunitas Kicau Mania BnR, yang merupakan penyelenggara festival, mengatakan bahwa burung Jokowi hanya masuk nominasi 10 besar. Juri, kata dia, menilai berdasarkan irama lagu, durasi, dan volume.

    Menurut dia, penilaian burung Jokowi bagus. "Tapi ada yang lebih bagus. Karena juri cuma boleh pilih dua burung saja. Jadi dua burung dari 8 juri dipilih, mana pilihan juri paling banyak. Kebetulan punya beliau masuk 10 besar," kata Boy.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.