Relawan Segera Deklarasikan Gatot Nurmantyo Jadi Capres

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gatot Nurmantyo. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    Gatot Nurmantyo. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan dideklarasikan sebagai calon presiden yang berlaga dalam pemilihan presiden 2019, pada awal April mendatang, setelah dia resmi pensiun dari pekerjaannya sebagai anggota TNI.

    "Insya Allah (akan segera deklarasi)," ujar Ketua Relawan Selendang Putih Nusantara, Rama Yumatha, kepada Tempo, Sabtu, 10 Maret 2018.

    Relawan Selendang Putih Nusantara adalah kelompok relawan yang mendukung Gatot Nurmantyo untuk maju sebagai capres. Mereka mengklaim sebagai tim yang beroperasi secara mandiri. Rama menuturkan tim relawan masih belum menetapkan tanggal pasti pendeklarasian itu.

    Baca: Ditanya Persiapan Pilpres, Gatot Nurmantyo: Nanti Saya Ditegur

    Mereka pun masih belum memastikan lokasi deklarasi itu, tapi kegiatan tersebut akan dilakukan di Jakarta. "Setelah (Gatot) pensiun, kami akan bahas deklarasi secepatnya dan kami integrasikan," kata Rama. Ia pun menyebut gerakan SPN masih gerakan senyap.

    Saat ini, kata dia, relawan tengah menjalin komunikasi dengan sejumlah partai politik mengenai peluangnya mengusung Gatot. "Dua partai yang sudah berkomunikasi adalah PKS dan PAN. Dalam waktu dekat ini akan bertemu Demokrat dan PKB," ujarnya.

    Rama menuturkan, selain dengan relawan, dia berharap deklarasi pencapresan Gatot nantinya bisa dihadiri partai-partai yang sepakat mencalonkan Gatot. "Kalau sudah sepakat nanti bersama partai, besar-besaran di Jakarta," ujarnya.

    Baca: Gatot dan Anies Dianggap Cocok Dampingi Jokowi di Pilpres 2019

    Saat dimintai konfirmasi, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan pihaknya memiliki hubungan yang baik dengan Gatot. "PKS akan memusyawarahkan semua kandidat," ujarnya. Sedangkan Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno enggan berkomentar soal pertemuan tersebut.

    Gatot Nurmantyo sebelumnya belum mau membicarakan peluangnya berlaga dalam pemilihan presiden atau pilpres 2019 kendati telah melepaskan jabatan sebagai panglima. Gatot mengatakan masih berstatus sebagai tentara aktif sehingga tidak dapat melakukan politik praktis.

    "Persiapan saya... Saya masih tentara. Tentara itu enggak boleh politik praktis ya. Kalau membicarakan persiapan begini-begitu besoknya bisa ditegur," ujar Gatot saat ditanyai mengenai persiapannya menghadapi kontes pemilihan presiden 2019 di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, Sabtu, 3 Maret 2018.

    Gatot Nurmantyo merupakan mantan Panglima TNI yang menjabat selama dua tahun, dari 8 Juli 2015 hingga 8 Desember 2017. Pada 4 Desember 2017, Presiden Joko Widodo mengirimkan surat permohonan persetujuan pemberhentian dengan hormat Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan pengangkatan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI ke DPR.

    Catatan: artikel ini sudah direvisi karena ada kesalahan di beberapa bagian pada pukul 16.50 WIB, Ahad, 10 Maret 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.