Viral Pelecehan Seksual WNI Saat Haji, Kemenag: Tak Ada Laporan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan jemaah calon haji melakukan tawaf, berjalan mengelilingi Kabah tujuh kali, di Masjidil Haram, Mekah, 21 September 2015. Para jemaah mulai bergerak Padang Arafah pada 22 September 2015 untuk melakukan wukuf. MOHAMMED AL-SHAIKH/AFP/Getty Images

    Ribuan jemaah calon haji melakukan tawaf, berjalan mengelilingi Kabah tujuh kali, di Masjidil Haram, Mekah, 21 September 2015. Para jemaah mulai bergerak Padang Arafah pada 22 September 2015 untuk melakukan wukuf. MOHAMMED AL-SHAIKH/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Agama mengakui mengetahui beredarnya kabar pelecehan seksual terhadap anggota jemaah haji wanita asal Indonesia di Arab Saudi. Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Data, dan Informasi Kementerian Agama Mastuki mengatakan mengetahui kabar pelecehan seksual itu dari media sosial. Namun, "Kalau laporan langsung, tidak ada. Kami mengetahui dan memantau soal itu," ucap Mastuki saat dihubungi, Jumat, 9 Maret 2018.

    Lima perempuan membuat pengakuan mengalami pelecehan seksual saat menunaikan ibadah haji atau umrah di Mekah, Arab Saudi. Salah satu wanita itu berasal dari Indonesia yang mengaku dilecehkan secara seksual saat beribadah di Mekah pada 2011 ketika berusia 17 tahun.

    Baca: Menteri Agama: Gaji PNS Muslim Akan Dipotong...

    Pelecehan seksual itu terjadi saat tawaf. Ia merasa seorang anggota jemaah haji menempelkan penis ke punggungnya. "Saya merasa marah dan tidak aman. Saya tidak bisa mengeluhkan hal ini kepada siapa pun karena situasinya dan semua orang berpikir ‘kota suci’, siapa yang akan melakukan itu?"

    Sejauh ini, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama belum berkoordinasi langsung untuk membahas masalah ini. “Keamanan dan pengawasan sepenuhnya menjadi otoritas Saudi.” Kementerian Agama, ujar Mastuki, hanya bekerja sama dalam penyelenggaraan haji dam umrah. “Semua otoritas ada pada Arab Saudi."

    Baca juga: Kasus Pelecehan Seks, Legislator Minta...

    Menurut Mastuki, petugas keamanan Saudi lebih mengetahui soal prosedur pengawasan karena setiap hari ada jutaan orang yang beribadah di sana, baik yang umrah maupun saat musim haji. "Mereka sudah paham potensi kejadian semacam itu.” Apalagi ada jutaan manusia di satu tempat.

    Pemerintah Saudi, tutur dia, juga peduli terhadap masalah ini. “Peristiwa ini terjadi karena situasional.” Meski begitu, pemerintah Indonesia tidak menafikan masalah pelecehan seksual ini. "Kami imbau masyarakat berhati-hati."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.