Sekjen Demokrat: Nama AHY Menguat di Bursa Pilpres

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agus Harimurti Yudhoyono dalam acara pengukuhan sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama ( Kogasma) untuk Pemilukada 2018 dan Pemilu 2019. Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat, 17 Februari 2018. TEMPO/Maria Fransiaca Lahur.

    Agus Harimurti Yudhoyono dalam acara pengukuhan sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama ( Kogasma) untuk Pemilukada 2018 dan Pemilu 2019. Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat, 17 Februari 2018. TEMPO/Maria Fransiaca Lahur.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan menilai dorongan terhadap Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY untuk maju dalam bursa pemilihan presiden 2019 menguat menjelang Rapat Pimpinan Nasional Demokrat pada 10-11 Maret 2018. Dorongan tersebut datang dari pengurus partai di daerah.

    "Dorongan untuk AHY sangat besar sekali. Saat Demokrat melakukan tur Nusantara, suara itu nyaring sekali," kata Hinca di Jakarta pada Kamis, 8 Maret 2018. Ia pun menyebutkan tak menutup kemungkinan AHY akan dideklarasikan dalam rapimnas itu.

    Baca: Jika Jokowi-AHY di Pilpres, Begini Elektabilitasnya Versi Survei

    Meski rapimnas partai ini strategis, Hinca menuturkan forum ini bukan untuk menentukan siapa calon yang bakal didorong untuk maju dalam kontestasi politik pada 2019. Namun ia tak menutup kemungkinan kader bersuara. "Itu memang forum yang memungkinkan," ucapnya.

    Rapimnas Demokrat digelar, antara lain, untuk persiapan menghadapi pilkada dan pemilu, termasuk pembahasan untuk mengajukan AHY dalam pilpres. Dalam sejumlah survei, nama AHY beberapa kali muncul sebagai salah satu calon wakil presiden.

    Baca: Soal AHY Temui Wiranto, Oesman Sapta: Bagus Itu Anak Muda

    Survei Indo Barometer, misalnya, menunjukkan pasangan Jokowi-AHY mendapat elektabilitas 38,6 persen. Bahkan mereka paling unggul dibanding skenario pasangan lain, misalnya Jokowi-Gatot Nurmantyo dengan angka 38,4 persen, Jokowi-Ridwan Kamil 37,5 persen, dan Jokowi-Tito Karnavian 37 persen. Survei ini dilakukan terhadap1.200 responden di 34 provinsi dengan margin of error 2,83 persen.

    AHY pun mengaku bersiap menghadapi kemungkinan maju dalam pemilihan presiden. Setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo pada 6 Maret 2018, ia mengatakan sengaja berkeliling daerah untuk menawarkan opsi tersebut.

    Hinca menuturkan rapimnas partainya penting untuk menentukan arah politik dan koalisi pada 2019. "Kebetulan, menurut fakta politik, partai tidak ada yang bisa mencalonkan sendirian, harus berkoalisi," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.