4.000 Petani Hutan Menanti Kedatangan Presiden

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 4.000 Petani Hutan Menanti Kedatangan Presiden

    4.000 Petani Hutan Menanti Kedatangan Presiden

    INFO NASIONAL - Sebanyak empat ribu petani hutan dari Kabupaten Blitar, Malang, dan Bojonegoro, Jawa Timur, bersiap-siap menanti kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Presiden rencananya akan hadir dalam acara Panen Jagung di Areal Perhutanan Sosial di Desa Ngimbang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, pada Jumat pagi, 9 Maret 2018.

    Sujiyem, petani hutan yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Ngimbang, berharap kedatangan Presiden akan membawa berkah bagi para petani. 

    Dengan adanya program perhutanan sosial, Sujiyem mengaku dapat mengembangkan tanaman tumpangsari jagung di sela-sela tegakan pohon Jati. "Dalam setengah hektare, kami bisa mendapat 6-8 juta sekali panen jagung, setahun bisa dua kali panen," katanya. 

    "Kami baru menerima SK Perhutanan Sosial bulan November 2017 lalu, dan dalam waktu lima bulan kami sudah bisa panen jagung, alhamdulillah," ucap Sujiyem.

    Potensi perhutanan sosial di Tuban sangat besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dimana ada empat Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Perum Perhutani di Tuban yang areal kerjanya dapat dikelola bersama masyarakat dengan pola tumpang sari, salah satunya dengan tanaman jagung. 

    Hasil pertanian jagung di Tuban adalah tertinggi di Jawa Timur, dengan menggunakan pola tumpang sari, tanam sisip, dan panen kering. Dalam satu hektare dapat menghasilkan 4,5 ton jagung. Selain itu, tanaman kayu keras dapat tumbuh baik beriringan dengan tanaman semusim.

    Seluruh Indonesia kawasan perhutanan sosial dialokasikan 12,7 juta hektare, dan sampai dengan tahun 2019 akan diserahkan seluas 4,38 juta hektare. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.