Pengacara Klaim Bimanesh Hanya Lakukan Kesalahan Prosedur

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 6 Februari 2018. Bimanesh Sutarjo diperiksa sebagai tersangka terkait dugaan merintangi penyidikan terdakwa korupsi e-KTP Setya Novanto. TEMPO/Imam Sukamto

    Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 6 Februari 2018. Bimanesh Sutarjo diperiksa sebagai tersangka terkait dugaan merintangi penyidikan terdakwa korupsi e-KTP Setya Novanto. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Bimanesh Sutarjo, Wirawan Adnan, membantah beberapa dakwaan jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada kliennya. Ketiga hal itu, kata Adnan, memang ada yang benar-benar dilakukan kliennya, tapi bukan dengan maksud seperti yang dituduhkan jaksa.

    "Tidak betul ada kesengajaan untuk membantu menghalang-halangi penyidikan," ujarnya saat ditemui di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Kamis, 8 Maret 2018.

    Menurut dia, sikap yang dilakukan Bimanesh saat menangani Setya Novanto merupakan kesalahan prosedur atau melanggar disiplin kedokteran saja. Tidak ada maksud menghalang-halangi penyelidikan.

    Baca juga: KPK Menahan Dokter Bimanesh Sutarjo Terkait Kasus Setya Novanto

    Hal lain yang ia bantah adalah terkait dengan pertemuan antara Bimanesh dan dokter Michael Chia Cahaya. Di dalam dakwaan disebutkan Bimanesh menemui Michael untuk menanyakan keberadaan Setya di instalasi gawat darurat (IGD).

    Sebelumnya, Bimanesh telah meminta Michael, melalui dokter Alia, membuatkan surat pengantar rawat inap IGD untuk Setya, Hilman Mattauch, dan Reza Pahlevi. Namun Michael menolak dengan alasan ketiga orang itu belum masuk IGD. Setelah ditolak, akhirnya Bimanesh membuat surat itu sendiri.

    "Kami bantah, Bimanesh tidak pernah bertemu Michael sama sekali," kata Wirawan.

    Wirawan juga membantah mengenai pemasangan jarum infus, perban di kepala Setya, dan pemesanan kamar VIP sehari sebelum terjadi kecelakaan. Menurut Wirawan, semua hal tersebut dilakukan perawat dan Alia, tidak ada perintah dari Bimanesh.

    "Bimanesh cuma menjalankan tugas profesinya untuk memeriksa kliennya yang mengalami hipertensi berat," ucapnya.

    Jaksa KPK mendakwa Bimanesh dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi, yang diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

    Baca juga: Begini Cara Bimanesh Sutarjo dan Fredrich Palsukan Sakit Novanto

    "Ancaman hukumannya empat sampai 12 tahun penjara," ujar jaksa KPK, Takdir Suhan.

    Adapun rekaman data medis yang dipalsukan Bimanesh, menurut jaksa, adalah membuat surat rawat inap menggunakan formulir pasien IGD. Di dalam formulir itu, Bimanesh mendiagnosis Setya mengalami hipertensi, vertigo, dan diabetes melitus, sekaligus membuat catatan hasil pemeriksaan awal terhadap Setya.

    Padahal Bimanesh belum pernah memeriksa Setya dan tidak pernah mendapat konfirmasi dari dokter yang menangani Setya di Rumah Sakit Premier Jatinegara.

    Simak: Penyakit Setya Novanto, dari Ginjal sampai Benjol


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.