Partai Berkarya Tak Usung Pollycarpus dan Muchdi Pr Jadi Caleg

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muchdi Purwoprandjono. TEMPO/Adri Irianto

    Muchdi Purwoprandjono. TEMPO/Adri Irianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang mengatakan tidak mengusung Pollycarpus Budihari Priyanto sebagai calon anggota legislatif (caleg) dalam pemilihan umum 2019.

    "Tidak, kita kan ada tim seleksi. Jadi tidak harus pengurus atau pun anggota yang terdaftar di kami itu jadi caleg. Kita ada seleksi bertahap dan sedang berjalan ini," kata Badaruddin saat dihubungi, Kamis, 8 Maret 2018.

    Baca: Pollycarpus Jadi Anggota Partai Berkarya

    Baddarudin mengharapkan ada yang mengusulkan caleg-caleg dengan jejak rekam bersih, punya nama, tokoh, dan elektabilitas yang tinggi. "Keterpilihannya juga, bisa meraih suara sebanyak-banyaknya dan itu pasti yang kita utamakan," ujar Badaruddin.

    Badaruddin juga mengatakan tidak akan mengusulkan mantan Deputi V/Penggalangan Badan Intelejen Negara (BIN) Muchdi Purwoprandjono sebagai caleg. "Pak Muchdi kebanyakan di belakang layar," katanya.

    Simak: Partai Berkarya Akan Usung Tommy Soeharto Jadi Penantang Jokowi

    Pollycarpus dan Muchdi Pr bergabungnya dalam partai besutan Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto. Mereka pernah disebut-sebut terlibat dalam kasus pembunuhan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Munir Said Thalib dengan cara diracun di atas pesawat yang ditumpanginya ke Belanda.

    Pollycarpus terbukti menjadi eksekutor dan telah menjalani hukuman sampai dibebaskan pada 2014. Sedangkan Muchdi terbebas dari tuduhan sebagai orang yang memerintahkan Pollycarpus pada 2008. "Tugasnya (Pollycarpus) memenangkan partai di Maluku dan sekitarnya," kata Badaruddin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kecelakaan Tol Cipali Dipicu Bus yang Supirnya Diserang Penumpang

    Kecelakanan Tol Cipali melibatkan empat kendaraan beruntun di kilometer 150, Senin dinihari, 17 Juni 2019 dipicu serangan penumpang pada supir.