Pollycarpus dan Muchdi di Partai Berkarya, Ini Tanggapan KontraS

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pollycarpus Budihari Priyanto memasuki taksi saat keluar dari Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, 29 November 2014. Mantan pilot Garuda itu mendapatkan pembebasan bersyarat setelah menjalani delapan tahun masa hukuman dari vonis 14 tahun penjara. TEMPO/Prima Mulia

    Pollycarpus Budihari Priyanto memasuki taksi saat keluar dari Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, 29 November 2014. Mantan pilot Garuda itu mendapatkan pembebasan bersyarat setelah menjalani delapan tahun masa hukuman dari vonis 14 tahun penjara. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta – Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Yati Andriyani mengatakan bergabungnya Pollycarpus dan mantan Deputi V/Penggalangan Badan Intelejen Negara (BIN) Muchdi Purwoprandjono dalam satu partai, yaitu Partai Berkarya, menjadi fakta bahwa ada komunikasi antara keduanya.

    “Ini petunjuk untuk penegak hukum, bahwa ada relasi-relasi yang terjadi antara Pollycarpus dan Muchdi Purwoprandjono,” kata Yati kepada Tempo pada Rabu, 7 Maret 2018.

    Baca: Pollycarpus Jadi Anggota Partai Berkarya

    Pollycarpus dan Muchdi PR terlibat dalam kasus pembunuhan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Munir Said Thalib. Pollycarpus terbukti menjadi pelaku pembunuhan dan telah menjalani hukuman sampai dibebaskan pada 2014. Sedangkan Muchdi bebas dari tuduhan sebagai orang yang memerintahkan Pollycarpus pada 2008.

    Menurut Yati, Pollycarpus hanya salah satu aktor di lapangan yang mengeksekusi Munir. Sampai saat ini, kata dia, aktor intelektual kasus Munir belum diungkap.

    Baca: 12 Tahun Pembunuhan Munir, Ini Beberapa Keanehannya

    Yati mengatakan, saat itu hakim tidak mempertimbangkan fakta bahwa ada komunikasi, setidaknya 37 kali antara Pollycarpus dengan Muchdi. Menurut Yati, dengan bergabungnya Pollycarpus dan Muchdi di partai yang sama, maka semakin memperkuat fakta bahwa di antara keduanya ada hubungan dalam konspirasi pembunuhan Munir.

    “Harusnya ini bisa ditelusuri lebih lanjut dan menjadi momentum bagi Presiden untuk segera mengumumkan dokumen TPF Munir,” kata Yati.

    Menurut Yati, munculnya orang-orang yang diduga terlibat dalam pelanggaran HAM di ruang politik, termasuk partai politik, adalah hal terencana. Dia mengatakan, fenomena ini akan berdampak pada pengungkapan kasus-kasus pelanggaran HAM.

    Yati mengatakan cara seperti itu bisa membatasi atau memfilter orang-orang yang seharusnya dimintai pertanggung jawaban. “Ini sangat mungkin sebagai cara para terduga pelaku pelanggaran HAM masa lalu, maupun pihak yang terkait dengan kasus pembunuhan Munir untuk melindungi diri dari proses hukum,” kata Yati.

    Lama tak terdengar kabarnya, Pollycarpus dan Muchdi PR ternyata bergabung dengan partai politik, yaitu Partai Berkarya. Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang membenarkan bahwa keduanya menjadi pengurus partai. "Tugasnya (Pollycarpus) memenangkan partai di Maluku dan sekitarnya," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.