Panglima TNI dan Dubes Malaysia Bahas Pos Gabungan di Perbatasan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua pengendara motor memasukin kawasan Monumen Garuda yang dihiasi bendera merah putih di Desa Temajuk yang berbatasan langsung dengan Malaysia di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, 17 Agustus 2016. Untuk memeriahkan peringatan HUT ke-71 RI, Kodam XII/Tanjungpura mengibarkan bendera sebanyak 17.845 di sepanjang wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Sambas. ANTARA/Victor Fidelis Sentosa

    Dua pengendara motor memasukin kawasan Monumen Garuda yang dihiasi bendera merah putih di Desa Temajuk yang berbatasan langsung dengan Malaysia di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, 17 Agustus 2016. Untuk memeriahkan peringatan HUT ke-71 RI, Kodam XII/Tanjungpura mengibarkan bendera sebanyak 17.845 di sepanjang wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Sambas. ANTARA/Victor Fidelis Sentosa

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, H.E. Dato Seri Zahrain Mohamed Hashim, didampingi Atase Pertahanan Malaysia Brigadir Jenderal Mohd. Kenali Basiron beserta rombongan di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta.

    Dalam pertemuan itu, Dato Seri Zahrain Mohamed Hashim menyampaikan mengenai rencana kerja sama perbatasan antara Indonesia dan Malaysia.

    Baca: PT PAL Selesaikan 7 Kapal Cepat Rudal Pesanan TNI dan Malaysia

    "Guna pencegahan terhadap isu-isu yang terkait dengan terorisme, peredaran narkoba, perdagangan manusia, dan pelanggaran tindak pidana lain," ucapnya melalui siaran tertulis di Mabes TNI, Selasa malam, 6 Maret 2018.

    Menindaklanjuti pembicaraan itu, Hadi Tjahjanto menyambut baik rencana tersebut serta akan menjadi bahan pertimbangan untuk ditindaklanjuti pada tataran dan tahapan selanjutnya.

    Baca: Panglima TNI Hadi Tjahjanto Rotasi 35 Pejabat TNI, Ini Daftarnya

    Menurut Hadi, dua pihak ini juga membicarakan rencana pos gabungan di perbatasan dalam rangka mendukung program yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo tentang pos gabungan yang melibatkan personel militer kedua negara. "Direncanakan, pos gabungan dibentuk untuk meningkatkan keamanan di wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia dalam rangka menjaga kedaulatan masing-masing negara," ujar Hadi.

    Panglima TNI Hadi Tjahjanto menuturkan hubungan antara Indonesia dan Malaysia sudah berjalan dengan baik. Hal ini ditunjukkan melalui kerja sama di bidang militer, di antaranya pertukaran siswa penerbang atau pilot dan pertukaran instruktur penerbang di antara kedua negara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.