Pengacara: Kesehatan Abu Bakar Baasyir Memprihatinkan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Baasyir Direkomendasikan Masuk Pusat Deradikalisasi

    Baasyir Direkomendasikan Masuk Pusat Deradikalisasi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Abu Bakar Baasyir, Guntur Fatahillah, mengatakan kliennya harus kembali melakukan check up kesehatan oleh dokter di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, Kamis, 8 Maret 2018. Guntur menjelaskan, dari hasil pemeriksaan dokter di RSCM, ditemukan kelainan pada pembuluh vena di kedua kaki Baasyir, yang membuat aliran darah tidak bisa terpompa ke jantung.

    “Dokter minta untuk dicek ulang pada Kamis depan, tapi saya belum melihat surat izin check up Baasyir dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT),” ujar Guntur saat dihubungi Tempo, Selasa, 6 Maret 2018.

    Baca juga: Pengamat: Alasan Pemerintah Tolak Baasyir Tahanan Rumah Tak Tepat

    Ia menuturkan pernah suatu kali Baasyir tidak bisa diperiksa di rumah sakit karena surat izin dari BNPT tidak keluar. Alasannya, pejabat yang berwenang memberi izin tidak di tempat, sehingga Baasyir tidak diperbolehkan keluar tahanan.

    Guntur menjelaskan, saat ini, kondisi kesehatan Baasyir sangat memprihatinkan. Dokter yang memeriksanya menemukan benjolan sebesar kelereng yang tepat berada di paha atas bagian kanannya. Selain itu, akibat darah tidak bisa mengalir, kondisi kaki Baasyir menghitam di beberapa titik.

    Abu Bakar Baasyir merupakan terpidana kasus terorisme. Pada 2011, Baasyir divonis 15 tahun penjara dalam persidangan yang dipimpin ketua majelis hakim Herry Swantoro karena terbukti sebagai aktor intelektual kasus pelatihan bersenjata api di Pegunungan Jalin Jantho di Aceh Besar pada Februari 2010.

    Sebelumnya, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mewacanakan kepada Presiden Joko Widodo tentang pemulangan Abu Bakar Baasyir ke Solo untuk dijadikan tahanan di penjara Solo atau menjadi tahanan rumah. Ryamizard menuturkan alasan pemindahan itu atas pertimbangan kemanusiaan dan kondisi kesehatan Baasyir yang semakin memburuk.

    Baca juga: Tak Jadi Tahanan Rumah, Baasyir Dipindah ke LP di Jawa Tengah

    Namun wacana itu mendapatkan pertentangan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly. Ia mengatakan pemerintah berpotensi melanggar hukum jika menjadikan Baasyir sebagai tahanan rumah. Sebab, vonis pengadilan memerintahkan Baasyir ditahan di LP. "Mana bisa jadi tahanan rumah. Undang-undangnya tidak demikian," tuturnya.

    Pemerintah akhirnya memutuskan Abu Bakar Baasyir dipindah ke lembaga pemasyarakatan di Jawa Tengah yang dekat dengan tempat tinggalnya di Solo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.