Jokowi Curhat Soal Tudingan Dirinya PKI

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo diwawancara usai menonton film Dilan 1990 di Senayan City, Jakarta, 25 Februari 2018. TEMPO/Vindry Florentin

    Presiden Joko Widodo diwawancara usai menonton film Dilan 1990 di Senayan City, Jakarta, 25 Februari 2018. TEMPO/Vindry Florentin

    TEMPO.CO, Bogor - Presiden Joko Widodo mengungkapkan kekesalannya karena kerap dituduh sebagai keturunan atau anggota Partai Komunis Indonesia (PKI). Di tengah acara pembagian sertifikat tanah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jokowi membantah tudingan tersebut.

    Jokowi menyebut tuduhan ia PKI tersebut adalah fitnah yang tak logis. "PKI itu bubar 1965, saya lahir 1961. Artinya umur saya baru 3-4 tahun. Masa ada PKI balita," kata Jokowi di Sentul, Bogor pada Selasa, 6 Maret 2018.

    Baca: Survei Indo Barometer: Publik Tak Percaya Jokowi Pendukung PKI

    Jokowi mengatakan merasa serba salah menyikapi tudingan dirinya PKI yang tersebar di media sosial. Sebab, ia sering mengingatkan agar publik tidak mudah percaya isu itu. "Ada loh orang yang percaya. Coba logikanya enggak masuk kan? Masih ada yang percaya juga," kata Jokowi.

    Menurut dia, fitnah seperti itu sering muncul dan menyerang siapapun jelang pemilihan kepala daerah atau pemilihan presiden. Jokowi meminta masyarakat tidak terpengaruh sehingga antarsesama tidak saling mencela.

    Baca: Jokowi: Tunjukkan di Mana Ada PKI, Detik Ini Juga Saya Gebuk!

    "Negara ini negara besar jangan karena hal-hal kecil seperti itu masyarakat diadu-adu. Itulah kadang-kadang jahatnya politik di situ," kata Jokowi.

    Isu Jokowi adalah PKI, memang kerap menyerang mantan Wali Kota Solo ini. Bahkan seseorang bernama Bambang Tri Mulyono, pernah menulis buku 'Jokowi Undercover' yang isinya menuduh Jokowi keturunan PKI. Bambang akhirnya ditangkap polisi dan divonis hukuman 3 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Blora, Jawa Tengah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.