Gatot Nurmantyo Raih Bintang Kehormatan dari Singapura

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenderal Gatot Nurmantyo mulai menghiasai peta politik Indonesia sejak akhir 2016. Kedekatannya dengan kelompok Islam membuatnya banyak dibicarakan sebagai calon pemimpin yang kelak akan menjadi pilihan umat. Presiden Joko Widodo akhirnya mengganti Gatot Nurmantyo dengan Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Jenderal Gatot Nurmantyo mulai menghiasai peta politik Indonesia sejak akhir 2016. Kedekatannya dengan kelompok Islam membuatnya banyak dibicarakan sebagai calon pemimpin yang kelak akan menjadi pilihan umat. Presiden Joko Widodo akhirnya mengganti Gatot Nurmantyo dengan Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Singapura - Pemerintah Singapura menganugerahi mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo Bintang Kehormatan Distinguished Service Order (DSO) atas jasanya yang terus mendukung kerja sama Indonesia dan Singapura saat masih aktif sebagai Panglima TNI.

    Bintang Kehormatan DSO itu diberikan langsung Presiden Singapura Halimah Yacob di Istana, Senin, 5 Maret 2018. Turut hadir pula Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Hen serta Panglima Angkatan Bersenjata Singapura Perry Lim. Duta Besar (Dubes) RI untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya menjadi wakil dari Indonesia yang turut menyaksikan momen tersebut.

    Baca juga: Gatot Nurmantyo Jawab Soal Isu Kebangkitan PKI

    "Saya berterima kasih kepada pemerintah Singapura. Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, melainkan juga milik semua prajurit yang selama ini sudah bekerja sama," kata Gatot setelah acara selesai.

    Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu kemudian menjelaskan DSO merupakan suatu bintang kehormatan yang diberikan Presiden Singapura kepada panglima angkatan bersenjata dari negara ASEAN dan negara lain yang terpilih.

    Setelah disematkan bintang kehormatan, mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) tersebut kemudian bertemu dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong yang juga dilaksanakan di Istana, Singapura.

    Gatot menjelaskan bahwa pembahasan pertemuan dengan PM Singapura Lee Hsien Loong tersebut, mengangkat beberapa topik, di antaranya mengenai prospek hubungan TNI dengan Angkatan Bersenjata Singapura, sikap negara terhadap konflik wilayah, serta terorisme.

    "Soal terorisme saya katakan bahwa satu negara tidak bisa menyelesaikannya sendiri. Ini harus kerja sama dengan negara lain," kata Gatot.

    Gatot Nurmantyo
    juga berharap hubungan Indonesia dengan Singapura dapat berjalan dengan semakin baik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.