Wiranto Jelaskan Peningkatan Suhu Politik ke Mendagri Australia

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto usai bertemu Menteri Dalam Negeri Australia Peter Craig Dutton di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin, 5 Maret 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto usai bertemu Menteri Dalam Negeri Australia Peter Craig Dutton di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin, 5 Maret 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto bertemu Menteri Dalam Negeri Australia Peter Craig Dutton di gedung Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin, 5 Maret 2018.

    Seusai pertemuan itu, Wiranto mengatakan akan ada pertemuan lanjutan antara Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull. "Nanti akan ada pertemuan lanjutan Presiden Indonesia pada 16 Maret di Sydney, saat Asian Plus Australia," kata Wiranto di kantor Kemenko Polhukam.

    Baca: Akan Hadiri KTT ASEAN-Australia, Jokowi Minta Bertemu Turnbull

    Wiranto mengatakan sebelumnya ia akan mendampingi pertemuan dengan Presiden mengenai pelaksanaan portofolio baru Australia. "Dan Presiden juga menjelaskan apa yang telah dicapai Indonesia dalam hubungan internasional, bagaimana posisi Indonesia untuk membantu beberapa negara yang kita bisa masuk, kita diberikan akses dan kepercayaan untuk menyelesaikan masalah di sana. Misalnya Afganistan, Myanmar," kata Wiranto.

    Dalam pertemuan dengan Peter Craig Dutton tersebut, kata Wiranto, salah satu yang menjadi pembahasan adalah suhu politik nasional yang meningkat menjelang pemilihan presiden dan wakil presiden serta pemilihan kepala daerah. 

    Simak: Wiranto Ancam Berantas Penyebar Hoax Perorangan atau Organisasi

    "Kita menjelaskan bahwa peningkatan suhu politik terjadi setiap pemilu. Itu kita akui, tetapi masih dalam kontrol dan kita berusaha untuk melakukan langkah-langkah agar suhu politik tidak sampai mengganggu keamanan nasional," ujar Wiranto.

    Ihwal isu Abu Bakar Baasyir, Wiranto mengatakan tidak ada pembicaraan spesifik mengenai masalah itu. "Enggak, khusus spesifik tidak ada bicara soal itu," kata Wiranto saat ditanya apakah ada pembicaraan mengenai Baasyir atau tidak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.