Polri: Sebarkan Hoax, The Family MCA Punya Motif Politik

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (kiri-kanan) Ketua PBNU Robikin Emhas, Ketua Satgas Nusantara Polri Irjen Gatot Edi Pramono, moderator diskusi Ismail Hasani, Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja, dan budayawan Radhar Panca Dahana dalam diskusi Setara Institute di AOne Hotel, Jakarta Pusat, 8 Februari 2018. Tempo / Friski Riana

    (kiri-kanan) Ketua PBNU Robikin Emhas, Ketua Satgas Nusantara Polri Irjen Gatot Edi Pramono, moderator diskusi Ismail Hasani, Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja, dan budayawan Radhar Panca Dahana dalam diskusi Setara Institute di AOne Hotel, Jakarta Pusat, 8 Februari 2018. Tempo / Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Satuan Tugas Nusantara Kepolisian RI Inspektur Jendral Gatot Edi, mengatakan isu penyerangan ulama yang digencarkan oleh Ex Saracen dan The Family Muslim Cyber Army atau The Family MCA memiliki unsur politik. "Setelah didalami, ada motif politik," ujarnya di Markas Besar Polri, Senin, 5 Maret 2018.

    Gatot menyebut dua sindikat ini sengaja memviralkan berita bohong untuk menciptakan gaduh dan keresahan pada masyarakat dan pemerintah. Setelah itu, mereka secara masif akan membangun opini jika pemerintah gagal dalam menyelesaikan gaduh tersebut.

    Gatot mengatakan ada tujuan dari dua kelompok ini untuk mendegradasikan pemerintahan yang sekarang. "Tujuannya untuk membangun opini bahwa pemerintahan sudah gagal," ujarnya.

    Baca juga: The Family MCA Diduga Terkait Pelaksanaan Pilkada 2018

    Gatot menambahkan, setelah diselidiki Tim Satgas menemukan ada 45 isu penyerangan agama yang diviralkan di media sosial. Dikatakan Gatot, hanya tiga kejadian penyerangan yang memang terjadi dengan adanya korban pelaku, dan saksi. "Selebihnya hoax," ujarnya.

    Menurut Gatot,ada empat klasifikasi hoax tersebut disebarkan. Pertama, peristiwanya ada dan sengaja diviralkan, kedua peristiwanya ada namun korbannya bukan ulama tapi diviralkan kalau korbannya ulama. Ketiga, peristiwa dan korban tidak ada namun diviralkan kalau ada penyerangan terhadap ulama.

    Gatot menambahkan, ke empat peristiwanya ada namun hasil rekayasa. "Untuk rekayasa ini kami menemukan di Kediri, Cimasih, Garut dan di Balikpapan," ujarnya.

    Baca juga: Aher Membantah Pernah Jadi Pembicara Workshop Muslim Cyber Army

    Kepala Direktorat Siber Bareskrim Polri, Komisaris Besar Fadil Immran juga mengatakan adanya koneksi antara penyebaran isu penyerangan ulama ini di media sosial dengan adanya pengakuan pelaku penyebar hoax tersebut merupakan anggota dari Ex Saracen atau The Family MCA.

    Namun untuk koneksi dan fakta di lapangan masih dalam pengembangan. "Termasuk siapa aktor yang berada di balik ini semua," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.