Eksepsi Ditolak, Fredrich Yunadi Ancam Tidak Hadiri Sidang

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa Obstruction of Justice Fredrich Yunadi, saat menunjukkan surat eksepsinya untuk membantah surat dakwaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dirinya di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, 8 Februari 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    Terdakwa Obstruction of Justice Fredrich Yunadi, saat menunjukkan surat eksepsinya untuk membantah surat dakwaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dirinya di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, 8 Februari 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekas pengacara Setya Novanto sekaligus terdakwa perintangan penyidikan, Fredrich Yunadi, mengancam tidak akan datang ke persidangan selanjutnya. Ancaman itu disampaikan Fredrich lantaran nota keberatan (eksepsi) yang diajukannya pada 22 Februari 2018 ditolak majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Senin, 5 Maret 2018.

    "Kalau hakim memaksakan kehendak, saya menyatakan di sidang selanjutnya tidak akan hadir," katanya dengan nada tinggi di persidangan. Ia, ujar Fredrich Yunadi, punya hak menolak karena ada hak asasi manusia.

    Baca:
    Hakim Tolak Eksepsi Fredrich Yunadi, Sidang...
    Fredrich Yunadi Tuding KPK Ingin Habisi Profesi...

    Majelis hakim yang dipimpin oleh Zaifuddin Zuhri berkukuh dengan putusan sela yang sudah dibacakan. Ia meminta jaksa penuntut umum KPK melanjutkan pemeriksaan perkara dengan menghadirkan saksi-saksi di sidang berikutnya.

    Fredrich Yunadi adalah bekas pengacara Setya Novanto. Dia merintangi penyidikan KPK dan memanipulasi data medis bersama dokter Rumah Sakit Medika, Permata Hijau, Jakarta, Bimanesh Sutarjo, setelah Setya kecelakaan di Permata Hijau, Jakarta.

    Fredrich ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu, 10 Januari 2018. Ia ditahan di rumah tahanan yang sama dengan Setya Novanto sejak Sabtu, 13 Januari 2018. Sidang perkaranya dimulai sejak Kamis, 8 Februari 2018.

    Baca: Praperadilan Fredrich Yunadi Dipercepat, KPK...

    Melihat hakim tidak gentar dengan ancaman Fredrich Yunadi, penasihat hukum mencoba membujuk hakim untuk mengabulkan permohonan kliennya agar melakukan peninjauan praperadilan. "Terdakwa berapi-api, apakah kita tidak kompromi sedikit? Dia ancam tidak hadir dalam sidang selanjutnya," ujar salah seorang penasihat hukum.

    Hakim Zaifuddin tak terpengaruh. "Jaksa penuntut sudah tahu langkah selanjutnya kalau terdakwa tidak hadir."

    Merasa ancamannya tidak efektif, Fredrich Yunadi mengancam tidak akan bicara apa-apa selama persidangan jika dipaksa menghadiri persidangan. "Selama saya belum diputus bersalah, saya berhak menolak. Saya punya hak asasi yang tidak mau diperkosa," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.