Satgas Nusantara: Eks Saracen Masih Terkait The Family MCA

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur CyberCrime Mabes Polri Brigjend. Pol Fadil Imran (tengah) bersama Kasubdit 1 Dittipid Siber Bareskrim polri Kombes Pol. Irwan Anwar (kanan) memperlihatkan tersangka anggota kelompok The Family Muslim Cyber Army (MCA) di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jakarta, 28 Februari 2018. TEMPO/Amston Probel

    Direktur CyberCrime Mabes Polri Brigjend. Pol Fadil Imran (tengah) bersama Kasubdit 1 Dittipid Siber Bareskrim polri Kombes Pol. Irwan Anwar (kanan) memperlihatkan tersangka anggota kelompok The Family Muslim Cyber Army (MCA) di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jakarta, 28 Februari 2018. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekas anggota kelompok Saracen ternyata masih terkait dengan The Family Muslim Cyber Army atau The Family MCA. Menurut Ketua Tim Satuan Tugas Nusantara Kepolisian RI Inspektur Jenderal Gatot Edi, kabar hoax itu disebarkan oleh bekas anggota kelompok Saracen yang bernama Cluster X.

    "Di dunia maya kami menemukan adanya koneksi antar-penyebar hoax ini oleh kelompok MCA dan Cluster X," ujar Gatot di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Senin, 5 Maret 2018.

    Baca juga: Terlibat The Family MCA, Tara Asih Diberhentikan UII

    Menurut Gatot, indikasi itu terlihat dari adanya upaya yang masif dari kedua kelompok ini untuk memviralkan isu penyerangan terhadap tokoh agama.

    Gatot menambahkan, setelah diselidiki Tim Satgas Nusantara menemukan ada 45 isu penyerangan agama yang diviralkan di media sosial. Namun, kata Gatot, hanya tiga kejadian penyerangan yang memang terjadi dengan adanya korban, pelaku, dan saksi. "Selebihnya hoax," ujarnya.

    Menurut Gatot, ada empat klasifikasi hoax yang disebarkan The Family MCA. Pertama, peristiwanya ada dan sengaja diviralkan. Kedua, peristiwanya ada dan korbannya bukan ulama tapi diviralkan bahwa korban merupakan ulama. Ketiga, peristiwa dan korban tidak ada tapi diviralkan bahwa ada penyerangan terhadap ulama.

    Baca juga: Sebar Hoax, Komandan Grup The Family MCA Menyesal dan Minta Maaf

    Adapun kategori keempat adalah peristiwanya ada tapi hasil rekayasa. "Untuk rekayasa ini kami menemukan di Kediri, Cimasih, Garut, dan di Balikpapan," ujarnya.

    Kepala Direktorat Siber Bareskrim Polri Komisaris Besar Fadil Imran juga mengatakan adanya koneksi antara penyebaran isu penyerangan ulama ini di media sosial dan aktor di dunia nyata. Namun untuk koneksi dan fakta di lapangan masih dalam pengembangan. "Termasuk aktor siapa yang berada di balik ini semua," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.