BBKSDA Sesalkan Warga Mandailing Natal Bunuh Harimau Sumatera

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae) bernama Leony berada di enklosur seluas 50x50 meter di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PR-HSD) di Dharmasraya, Sumatera Barat, 29 Juli 2017. Leony sebelumnya dirawat di kandang sebesar 3x4 meter di Animal Sanctuary Trust Indonesia (ASTI) Bogor Jawa Barat. ANTARA/Rosa Panggabean

    Harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae) bernama Leony berada di enklosur seluas 50x50 meter di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PR-HSD) di Dharmasraya, Sumatera Barat, 29 Juli 2017. Leony sebelumnya dirawat di kandang sebesar 3x4 meter di Animal Sanctuary Trust Indonesia (ASTI) Bogor Jawa Barat. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Medan - Seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dibunuh warga Desa Bangkelang, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Ahad, 4 Maret 2018. Harimau itu ditombak warga hingga mati dan menjadi tontonan warga.

    Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara Hotmauli Sianturi mengatakan satwa buas itu dilaporkan warga masuk ke permukiman dan melakukan penyerangan. Namun Hotmauli menyesalkan tindakan warga yang sampai membunuh salah satu hewan yang dilindungi pemerintah itu.

    Baca: 2 Harimau Sumatera Terpantau Berkeliaran di Perkebunan Indragiri

    "Petugas BBKSDA sudah seminggu terakhir ini berada di Desa Bangkelang melakukan pemantauan. Petugas sudah berupaya menghalau harimau itu masuk ke perkampungan serta melarang warga membunuh. Namun tetap saja," kata Hotmauli kepada Tempo.

    Menurutnya, petugas di lapangan telah berusaha menghalau harimau dengan bunyi-bunyian keras. Namun itu bukan perkara mudah. "Petugas kami juga telah mengedukasi masyarakat untuk tidak membunuh harimau langka itu," ujar Hotmauli.

    Simak: Gagal Tangkap Harimau Sumatera, BBKSDA Bakal Gunakan Senapan Bius

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sumatera Utara Komisaris Besar Rina Sari Ginting menuturkan masyarakat awalnya melihat seekor harimau masuk ke kolong rumah seorang warga.  Warga lalu melapor kepada Kepala Desa Bangkelang.
    "Kepala Desa menindaklanjuti dengan melaporkannya kepada Polsek Batang Natal," kata Rina dalam keterangan tertulisnya.

    Polsek Batang Natal menurunkan beberapa personel ke Desa Bangkelang guna membantu warga mengamankan harimau tersebut. "Tiba di TKP polisi melihat seekor harimau yang sudah dikepung oleh warga desa. Untuk mengantisipasi adanya penyerangan oleh harimau, Polsek Batang Natal menghubungi petugas Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) dan BKSDA Kabupaten Mandailing Natal," tutur Rina.

    Saat warga menunggu kedatangan petugas TNBG dan BKSDA itulah tiba-tiba harimau keluar dari kolong hingga menyebabkan warga panik dan menombakinya hingga mati. Untuk memastikan harimau sudah mati, personel Polsek Batang Natal menembak satu kali ke badan harimau.

    "Kemudian harimau yang telah mati diserahkan kepada petugas TNBG dan BKSDA Kabupaten Mandailing Natal, untuk autopsi serta berkoordinasi dengan Polres Mandailing Natal."

    SAHAT SIMATUPANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.