Dikritik Bahas Pilpres 2019 di Istana, Grace Natalie: Ndeso Ah!

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cuitan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie soal kritik terhadap pertemuan PSI dan Jokowi di Istana yang membahas Pilpres 2019. twitter,com

    Cuitan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie soal kritik terhadap pertemuan PSI dan Jokowi di Istana yang membahas Pilpres 2019. twitter,com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menganggap reaksi publik atas kunjungan partainya ke Istana Negara berlebihan.

    Menurut dia, Istana adalah rumah rakyat sehingga siapa pun berhak mengunjunginya. "Heran, lebay banget yang pada ributin audiensi PSI ke Istana," ujarnya melalui akun Twitter-nya, @grace_nat, Sabtu, 3 Maret 2018.

    Baca juga: Gerindra Kritik Pertemuan Jokowi dan PSI di Istana Negara

    Reaksi publik, menurut Grace, dapat dilihat dari upaya sejumlah pihak yang berunjuk rasa meminta pembubaran PSI dan menyebarkan berita bohong atau hoax. Dia menganggap reaksi itu adalah bentuk ketakutan kepada anak muda yang berpolitik lewat partainya. "Ndeso, ah!" ucapnya.

    Sebelumnya, Grace dan Ketua Dewan Pimpinan Pusat PSI Tsamara Amany mengunjungi Istana Negara bertemu dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Kamis, 1 Maret 2018. Pertemuan itu, kata Grace, membicarakan strategi pemenangan pemilihan presiden 2019 bersama Jokowi.

    Grace juga mengaku sempat membicarakan tentang calon wakil presiden yang akan mendampingi Jokowi dalam pilpres 2019. Mengenai hal itu, Grace mengaku partainya akan tetap mendukung Jokowi siapa pun calon wakil presidennya.

    Baca juga: Dikritik Soal Pertemuan dengan Jokowi, Ini Kata PSI

    Pertemuan itu kemudian dikritik sejumlah pihak, di antaranya Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera. Keduanya menganggap Jokowi telah menyalahgunakan kekuasaan saat menggunakan Istana Negara untuk membicarakan pemenangan pilpres 2019.

    "Pak Jokowi sekarang sangat jelas mempertontonkan sikap yang terlalu kebelet sehingga beliau mengabaikan prinsip yang seharusnya tidak dilakukan Presiden," kata Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono, Sabtu, 3 Maret 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.