Kader Gerindra Jawa Tengah Siap Menangkan Prabowo di Pilpres

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) menyampaikan orasi dalam Aksi Bela Rohingya 169 di Monumen Patung Kuda, Jakarta, 16 September 2017. Aksi dari Crisis Center for Rohingya PKS bersama ormas-ormas Islam tersebut menyuarakan dihentikannya kekerasan dan dikembalikannya hak kewarganegaraan etnis Rohingya. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) menyampaikan orasi dalam Aksi Bela Rohingya 169 di Monumen Patung Kuda, Jakarta, 16 September 2017. Aksi dari Crisis Center for Rohingya PKS bersama ormas-ormas Islam tersebut menyuarakan dihentikannya kekerasan dan dikembalikannya hak kewarganegaraan etnis Rohingya. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Semarang - Kader Partai Gerindra di Jawa Tengah mendorong Ketua Umum Prabowo Subianto maju sebagai calon presiden 2019. Di Jateng, Prabowo didukung puluhan ribu kader yang disebut telah mendeklarasikan Prabowo layak sebagai capres.

    "Kami mendengar pengurus dari tingkat ranting di desa sampai pusat, serta anggota DPR dari Partai Gerindra yang meminta agar Pak Prabowo jadi capres. Mereka bertekad memenangkan di wilayahnya masing-masing," kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani di Kantor DPD Partai Gerindra Jateng pada Jumat, 2 Maret 2018.

    Baca: Deklarasi Pencapresan, Prabowo: Kalau Telenovela Ada Episodenya

    Muzani mengatakan, seluruh kader di Indonesia pun menginginkan hal yang sama. Soal bersaing dengan siapa pun, termasuk Jokowi, hal tersebut tak menjadi persoalan besar.

    Hal yang perlu dibicarakan, kata Muzani, soal kursi koalisi Partai Gerindra yang belum memenuhi syarat minimal pencalonan presiden. "Kursi kami cuma 73 kursi. Padahal syarat minimal 112 kursi untuk maju. Kurang 39 kursi berati harus koalisi dengan partai lain. Sudah ada koalisinya, saya belum bisa jelaskan, pada waktunya akan disampaikan Pak Prabowo," kata dia.

    Ditanya soal peluang dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), kata Muzani, hal tersebut juga memungkinkan. Hanya saja, koalisi yang akan terbentuk berbeda dengan koalisi pada pilpres 2014, yakni koalisi Merah Putih. Sebab, Golkar yang pada 2014 mendukung Prabowo, kini menyeberang dalam koalisi mendukung Jokowi.

    Baca: Ketika Prabowo Hati-hati Tanggapi Usulan Jadi Cawapres Jokowi

    "Harapannya satu partai saja udah cukup untuk koalisi. Tapi kalau ada 2 sampai 3 partai enggak masalah. Soalnya masih ada PKS, Demokrat, PKS, dan PAN termasuk Gerindra belum menentukan koalisinya," kata Muzani.

    Ketua DPW Partai Gerindra Jateng, Abdul Wachid mengatakan Prabowo Subianto diusulkan menjadi presiden oleh 8.559 ranting tingkat desa, 573 PAC tingkat kecamatan, 35 DPW se-Jateng, serta 181 aggota DPRD kabupaten/ kota dari partai Gerindra. Ada juga 11 anggota DPRD dari Provinsi Jateng, dan 10 anggota DPR RI Gerindra di daerah pilihan (dapil) Jateng.

    "Belum terrmasuk sayap partai. Semua tingkatan sama. Meski Prabowo Subianto belum menyatakan maju pun kami tetep mensosialisasikan. Kalau sudah resmi mau maju, gerakan akan semakin kenceng. Beliau tidur saja elektabilitasnya masih ikut dan tinggi," tandas Wachid.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.