Bawaslu Akan Panggil Partai Perindo Terkait Iklan Kampanye di Media Penyiaran

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo menunjukkan berkas saat mendaftarkan partainya ke KPU Pusat di Jakarta, 9 Oktober 2017. Partai Perindo secara resmi mendaftar sebagai peserta Pemilu 2019. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo menunjukkan berkas saat mendaftarkan partainya ke KPU Pusat di Jakarta, 9 Oktober 2017. Partai Perindo secara resmi mendaftar sebagai peserta Pemilu 2019. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta –Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu akan memanggil Partai Persatuan Indonesia atau Perindo terkait pelanggaran iklan kampanye di media penyiaran.

    "Dipanggil karena partai itu melakukan kampanye di media penyiaran," ujar anggota Bawaslu, Mochammad Afifudin seusai acara deklarasi damai Pilkada tanpa Sara di kantor Dewan Pers, Jakarta pada  Jumat 2 Maret 2018.

    Baca juga:Partai Perindo Akan Maksimalkan Pemasangan Iklan di TV

    Afifuddin mengatakan, Bawaslu sedang mengumpulkan bukti soal pelanggaran tersebut. Partai Perindo dinilai melanggar karena melakukan iklan kampanye di 4 media penyiaran.

    Menurut Afifuddin, pemanggilan akan dilakukan segera. Bawaslu akan melihat pelanggaran apa saja yang dilakukan oleh partai politik besutan Hary Tanoesudibyo itu.

    "Kami akan lakukan konfirmasi dan pengujian," tutur Afifuddin.

    Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan mengatakan, sebelumnya ada 12 media massa yang menyiarkan iklan kampanye. Wahyu menuturkan, pihaknya telah secara persuasif meminta kepada 12 media itu untuk mencabut iklan kampanye itu.

    Setelah ada tindakan persuasif dari KPU, tutur Wahyu, empat media masih menayangkan iklan kampanye

    "Kita harus menghargai media yang sudah patuh. Tapi kita juga harus mengkritik media yang melanggar aturan," ujar Wahyu. Ada empat media yang dituduh Bawaslu menayangkan iklan kampanye Perindo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.