Kasus Novel Baswedan, Kapolri Segera Menghadap Presiden Jokowi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Mensesneg, Pratikno menjawab pertanyaan wartawan usai memberikan arahan kepada jajaran polri di auditorium PTIK/STIK, Jakarta, 8 November 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo didampingi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Mensesneg, Pratikno menjawab pertanyaan wartawan usai memberikan arahan kepada jajaran polri di auditorium PTIK/STIK, Jakarta, 8 November 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian akan menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pekan ini ihwal menyampaikan laporan perkembangan kasus penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan.

    "Dalam satu atau dua hari ini, Kapolri akan menyampaikan perkembangan kasus Novel ke Presiden," ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Markas Besar Polri, Jakarta pada Jumat, 3 Maret 2018.

    Baca: Jokowi Beri Sinyal Pembentukan TGPF Novel Baswedan

    Menurut Setyo, Kapori Tito baru bisa menemui Jokowi beberapa hari ke depan karena habis menjalankan ibadah umroh. Tito dijadwalkan kembali tiba di tanah air hari ini.

    Sebelumnya, Presiden Jokowi mulai memberi sinyal ihwal pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF) Novel Baswedan. Menurut juru bicara kepresidenan Johan Budi, presiden akan memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan menagih perkembangan kasus tersebut sekali lagi.

    “Sebelum memutuskan membentuk TGPF, Presiden ingin mendengarkan laporan progres penyelidikan oleh Kapolri," kata Johan di Kompleks Istana Negara pada Kamis, 1 Maret 2018.

    Baca: Abraham Samad Desak Jokowi Segera Bentuk TGPF Novel Baswedan

    Sementara itu, Setyo mengatakan penyidik masih mengikuti alur penyelidikan normatif, belum mengarah ke pembentukan TGPF. "Kalau ada informasi beri ke penyidik saja, kan tujuan TGPF masih sama dengan penyidikan untuk penegakan hukum," kata dia.

    Kasus penyerangan Novel Baswedan telah berlalu hampir 11 bulan. Namun dua orang yang diduga menyerang Novel menggunakan air keras belum juga ditemukan. Karena itu, dorongan untuk pembentukan TGPF pun menguat dari berbagai koalisi masyarakat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.