Penyebar Hoax Orang Gila Masuk Pesantren Anggota The Family MCA

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Identitas anggota grup penyebar berita hoax MCA ditunjukkan dalam rilis di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jakarta, 28 Februari 2018. Tugas dari MCA ialah menyerang akun lawan dengan menyebar virus-virus hingga gawai milik lawan rusak dan menstrategikan isu baru untuk lawan. TEMPO/Amston Probel

    Identitas anggota grup penyebar berita hoax MCA ditunjukkan dalam rilis di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jakarta, 28 Februari 2018. Tugas dari MCA ialah menyerang akun lawan dengan menyebar virus-virus hingga gawai milik lawan rusak dan menstrategikan isu baru untuk lawan. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Polisi Umar Surya Fana mengatakan Fuad Sidiq, 26 tahun, penyebar kabar hoax orang gila masuk pondok pesantren Cipasung, Tasikmalaya merupakan anggota The Family Muslim Cyber Army atau The Family MCA.

    "Sekarang masih pengembangan kasus itu, kalau dilihat dari profile linknya itu sudah clear dia (Fuad) anggota dari MCA walaupun kalimatnya bukan MCA tapi Global MCA," ujar Umar kepada wartawan di Markas Polda Jawa Barat, Jalan Sukarno Hatta, Kota Bandung, Kamis, 1 Maret 2018.

    Menurut Umar, Fuad berperan sebagai 'sniper' di jaringan MCA. Sniper yang dimaksud Umar ialah peran Fuad sebagai pengumpul bahan berupa konten foto ataupun video yang nantinya akan diseleksi apakah konten kabar menyesatkan itu bisa disebarkan atau tidak ke jejaring sosial.

    Baca juga: The Family MCA Diduga Terkait Pelaksanaan Pilkada 2018

    "Nantinya, dikolaborasikan apakah berita ini layak atau tidak diviralkan. Konten itu disampaikan kepada 4 atau 5 orang yang diamankan oleh Bareskrim Mabes Polri. "Merekalah yang akan memastikan bahwa itu layak di upload atau tidak," ujarnya.

    Berdasarkan pengakuan tersangka, kata dia, sebetulnya memang benar ada kejadian polisi mengamankan orang yang mengalami gangguan kejiwaan. Namun, lokasinya bukan di pesantren Cipasung, melainkan di tempat umum. Namun, Fuad mendapatkan foto lain dan mengait-ngaitkan seolah kejadian itu di wilayah pesantren Cipasung.

    "Orang gilanya diserahkan ke Dinsos terus selesai. Dan ini sama sekali tidak ada kaitan dengan Ponpes tapi dia tiba-tiba dapat foto entah dari mana itu sedang kita kembangkan," ujar dia.

    Baca juga: Polisi dan Kominfo akan Awasi Aplikasi yang Dipakai The Family MCA

    Menurut Umar, kemungkinan Global MCA itu merupakan underbow-nya jaringan MCA. "Itu berdasarkan data otentik digital forensik ya," ucapnya.

    Umar pun mengatakan belum bisa memastikan kalau jaringan  The Family MCA ini mendapatkan keuntungan materil dari pekerjaannya menyebarkan konten hoax. "Urusan dapat gaji kita belum tahu, tapi yang jelas beda sekali dengan kelompok Saracen, kalau Saracen betul-betul dapat uang dan dapat order tapi kalau ini belum kelihatan," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.