Jokowi Belum Terima Surat Permohonan Grasi dari Abu Bakar Baasyir

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abu Bakar Ba'asyir menunggu di ruang tahanan sebelum persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan  (25/5). ANTARA/Reno Esnir

    Abu Bakar Ba'asyir menunggu di ruang tahanan sebelum persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (25/5). ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, hingga saat ini belum ada surat permohonan ampunan atau grasi terhadap terpidana terorisme Abu Bakar Baasyir. Permohonan agar Presiden memberikan ampunan sempat disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin.

    "Sampai saat ini belum ada. Belum ada surat yang masuk kepada saya," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Maret 2018.

    Ma'ruf sempat bertemu dengan Jokowi di Istana Negara, kemarin. Ia membenarkan pernah meminta Jokowi mengampuni Baasyir. Namun Ma'ruf menyerahkan kembali sepenuhnya kepada Jokowi. "Kalau bisa, dikasih grasi. Ya, itu terserah Presiden," ujarnya, kemarin.

    Baca juga: Ini Alasan Menteri Luhut Pindahkan Baasyir ke Penjara Bogor

    Baasyir telah menjalani hukuman hampir tujuh tahun di penjara. Awalnya, ia dihukum di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Jawa Tengah. Namun, karena kondisi kesehatannya menurun, ia dipindahkan ke Rumah Tahanan Gunung Sindur, Bogor.

    Laki-laki berusia sekitar 80 tahun itu dipenjara karena terbukti bersalah dalam tindakan terorisme. Ia pun mendapat vonis 15 tahun penjara pada 2011.

    Saat ini, kondisi kesehatan Baasyir sedang menurun. Ia dikabarkan menderita chronic venous insufficiency (CVI) bilateral atau kelainan pembuluh darah vena berkelanjutan. Dia pun dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

    Jokowi telah menyetujui pemindahan Baasyir dari Lapas Gunung Sindur ke RSCM. Ia beralasan ini semua atas nama kemanusiaan. "Ya, ini kan sisi kemanusiaan, yang juga saya kira untuk semuanya kalau ada yang sakit, tentu saja kepedulian kita untuk membawa ke rumah sakit guna disembuhkan," tutur Jokowi.

    Baca juga: Di LP Gunung Sindur, Baasyir Dipisah dari Tahanan Lain

    Sebelumnya, Abu Bakar Baasyir juga sempat dibawa ke luar penjara karena mengalami pembengkakan di kedua kaki pada Agustus tahun lalu. Baasyir menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Jantung Harapan Kita, Jakarta, pada Kamis, 10 Agustus 2017.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?