Jumat, 14 Desember 2018

Harian Bernas Tutup, Separuh Karyawan Dipecat

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Surat pemberitahuan pemberhentian cetak Harian Bernas. foto/istimewa

    Surat pemberitahuan pemberhentian cetak Harian Bernas. foto/istimewa

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pemimpin PT Media Bernas Jogja, penerbit Harian Bernas, Fransisca Diwati, mengatakan koran ini akan berhenti terbit mulai 1 Maret 2018. Langkah itu diikuti pemutusan hubungan kerja (PHK) 28 karyawannya, termasuk wartawan. "Kami terpaksa mem-PHK 28 karyawan dan wartawan akibat kebijakan pemberhentian versi cetak ini," ucap Fransisca kepada Tempo, Rabu, 28 Februari 2018.

    Meski begitu, ucap Sisca, PT Media Bernas Jogja tetap akan berupaya memenuhi hak-hak karyawan yang diberhentikan. "Namun tak bisa full saat ini.” Perusahaan meminta waktu untuk menyelesaikan kewajibannya.

    Baca:
    Setelah 71 Tahun, Harian Bernas Berhenti Terbit
    Anak Usaha Emtek Grup Umumkan Akuisisi Situs Kapan Lagi

    Fransisca berujar, saat ini, total karyawan dan wartawan Harian Bernas sebanyak 56 orang, baik yang berstatus karyawan tetap maupun kontrak. Karyawan yang masih dipertahankan saat ini dipekerjakan untuk mengurus Bernas.id.

    Wakil Redaktur Pelaksana Harian Bernas Philipus Jehamun menuturkan koran ini memang sudah mengalami penurunan pembaca dan pemasukan iklan beberapa tahun terakhir. “Seperti tren media cetak umumnya.” Bernas edisi cetak juga harus berjuang melawan dominasi media online. “Akhirnya memilih berhenti terbit dulu.”

    Baca juga: Kompas Gramedia Hentikan Penerbitan 8 Tabloidnya

    Philip, yang sudah 25 tahun bekerja untuk koran tersebut, mengatakan, setelah manajemen berancang-ancang berhenti terbit sejak tiga tahun lalu, awak redaksi dan karyawan Bernas pun mulai mencari alternatif tempat kerja baru. “Sebagian awak redaksi memilih tidak melanjutkan meskipun versi cetak akan beralih menjadi online. Mereka sudah punya tempat baru.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.