Didakwa Terima Suap, Hakim PT Manado Tak Ajukan Eksepsi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus suap PT Manado Sudiwardono meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, 4 Desember 2017. Hakim Pengadilan Tinggi Manado itu diperiksa terkait kasus dugaan suap untuk mengamankan putusan banding dengan terdakwa Marlina Moha. ANTARA FOTO

    Tersangka kasus suap PT Manado Sudiwardono meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, 4 Desember 2017. Hakim Pengadilan Tinggi Manado itu diperiksa terkait kasus dugaan suap untuk mengamankan putusan banding dengan terdakwa Marlina Moha. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pengadilan Tinggi Manado nonaktif Sudiwardono menjalani sidang perdana kasus suap dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi hari ini, Rabu, 18 Februari 2018. Dalam sidang itu, ia menyatakan menolak dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi. Namun Sudiwardono tak akan mengajukan eksepsi.

    "Kami tidak mengajukan eksepsi. Sidang bisa dilanjutkan ke tahap pembuktian," kata Sudiwardono dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Rabu.

    Baca: Usai Sidang Dakwaan, Aditya Moha Tak Akan Ajukan Eksepsi

    Sudiwardono selaku Ketua Pengadilan Tinggi Manado diduga menerima suap dari Aditya Anugraha Moha sebagai anggota Komisi IX Bidang Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Golongan Karya untuk meloloskan perkara banding Marlina, yang tidak lain adalah ibu kandung Aditya Moha. KPK menemukan bukti bahwa Aditya menyuap Sudiwardono untuk ibunya.

    Pada pemberian pertama, Aditya diduga menyerahkan uang Sin$ 60 ribu, berikutnya Sin$ 30 ribu. Lalu, sebanyak Sin$ 20 ribu diberikan sebagai imbalan agar Marlina tidak ditahan. Menurut KPK, Aditya diduga menjanjikan suap Sin$ 100 ribu atau sekitar Rp 1 miliar untuk mempengaruhi hakim tinggi Sudiwardono.

    Baca: Kronologi Penangkapan Aditya Moha dan Hakim Tersangka OTT KPK

    Atas perbuatannya, Sudiwardono, yang diduga sebagai pihak penerima suap, didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau c atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

    Sidang pembacaan dakwaan Sudiwardono digelar seusai sidang pembacaan dakwaan terhadap terdakwa Aditya Moha di lokasi yang sama. Serupa dengan Sudiwardono, Aditya juga tidak mengajukan eksepsi. "Meski banyak fakta hukum yang keliru dalam surat dakwaan, kami tidak mengajukan eksepsi," tutur Aditya Moha seusai sidangnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe