Menolak Jadi Cawapres, Wiranto: Saya Tidak Akan Bentuk Tim Sukses

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto dan Menteri Luar Negeri Retno LP. Marsudi seusai menghadiri acara pembukaan rapat kerja Kepala Perwakilan RI dengan Kementerian Luar Negeri, Jakarta, 12 Februari 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    Presiden Joko Widodo bersama Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto dan Menteri Luar Negeri Retno LP. Marsudi seusai menghadiri acara pembukaan rapat kerja Kepala Perwakilan RI dengan Kementerian Luar Negeri, Jakarta, 12 Februari 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kordinator Politik Hukum dan Pengamanan Wiranto memilih menyelesaikan tanggung jawabnya sebagai menteri dibanding menyikapi deklarasi oleh Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang agar maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) Jokowi di Pemilihan Presiden 2019. "Saya akan fokus dengan kerja saya di sini," ujar dia di Kemenpolhukam, Selasa, 27 Februari 2018.

    Ketua Dewan Pembina Partai Hanura itu menegaskan tidak akan berkampanye untuk menjadi wakil presiden. Ia juga menyatakan tidak akan membentuk tim sukses. "Saya tidak akan kampanye, saya tidak akan bentuk tim sukses."

    Baca:
    KPU Sebut Jusuf Kalla Tak Bisa Kembali Jadi ...
    Soal Jusuf Kalla Cawapres, Anggota DPR: Tak ...

    Dia, kata Wiranto, masih punya misi menyelesaikan tugas sebagai menteri. "Pernyataan saya masih sama, saya masih fokus di sini dulu."

    Saat pengundian nomor urut partai peserta Pemilu, Oesman Sapta mengumumkan Wiranto untuk menjadi wakil presiden Joko Widodo yang akan diusung partai itu. "Sudah pantas saya mengatakan Pak Wiranto adalah calon saya menjadi wakil presiden," ujarnya.

    Nama-nama calon wakil presiden bermunculan di beberapa survei. Lembaga Survei Alvara memaparkan lima nama tokoh yang diinginkan publik sebagai calon wakil presiden dari Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Dua nama tokoh ini yang dinilai paling kuat untuk maju dalam pemilihan presiden 2019 sebagai capres.

    Baca juga:
    Lima Tokoh Islam Ini Dinilai Berpotensi Jadi ...
    Setya Novanto: Gatot Nurmantyo Bagus untuk ...

    Menurut survei Alvara dengan 2.203 responden pada 17 Januari–7 Februari 2018 di seluruh provinsi di Indonesia, nama cawapres yang diinginkan publik adalah Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan, Agus Harimurti Yodhoyono, Muhaimin Iskandar, dan Jusuf Kalla. Direktur Utama Alvara Hasanuddin Ali mengatakan Gatot Nurmantyo tokoh yang paling diinginkan mendampingi Jokowi dengan persentase 61,9 persen.

    Dalam survei itu, Agus Harimurti Yodhoyono memimpin sebagai calon wakil presiden dengan persentase 17,2 persen. Namun, walau persentasenya tertinggi, tetapi dia bukan figur yang paling diinginkan untuk mendampingi Jokowi ataupun Prabowo.

    TAUFIQ SIDDIQ | CHITRA PARAMAESTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.