Diduga Anggota ISIS, 15 Perempuan Indonesia Ditahan di Suriah

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam Jakarta, 30 Oktober, 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam Jakarta, 30 Oktober, 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kordinator Politik Hukum dan Pengamanan Wiranto mengatakan, pemerintah segera menelusuri penangkapn 15 warga Indonesia di Suriah. Diduga lima belas orang itu terkait dengan kelompok ISIS. "Ini akan diurus Menteri Luar Negeri dan BNPT," ujarnya di Kemenpolhukam, Selasa, 27 Februari 2018.

    Menurut Wiranto, Kementerian Luar Negeri dan Badan Nasional Penangulangan Teroris (BNPT) akan bekerja sama dengan kepolisian untuk menyelesaikan masalah ini. "Ini akan diselesaikan dengan baik oleh," ujarnya.

    Berdasarkan laporan resmi Human Rights Watch (HRW) atau lembaga internasional pemantau HAM,  lima belas warga Indonesia yang ditangkap itu adalah perempuan. Mereka ditahan oleh pasukan bersenjata Kurdi di Suriah karena dituduh anggota jaringan ISIS.

    Selain dari Indonesia, perempuan-perempuan yang bergabung dengan kelompok ISIS di Suriah berasal dari hampir 40 negara. Di antaranya, Kanada, Perancis, Inggris, Tunisia, Yaman, Turki, Australia dan Jerman. Perempuan-perempuan itu diberikan kebebasan untuk bergerak, tetapi tidak diizinkan meninggalkan kamp tahanan.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.