Banser NU Tangsel Usung Cak Imin Jadi Cawapres 2019

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar, seusai menerima pengurus Hizbut Tahrir Indonesia di Gedung DPP PKB, Jakarta, 27 Juli 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

    Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar, seusai menerima pengurus Hizbut Tahrir Indonesia di Gedung DPP PKB, Jakarta, 27 Juli 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Seratusan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama Kota Tangerang Selatan, Banten, menyatakan dukungan terhadap Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin untuk maju sebagai calon wakil presiden dalam pemilihan presiden 2019.

    Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Tangerang Selatan Muhammad Nasori, dalam keterangan tertulisnya, menjelaskan bahwa GP Ansor dan Banser Kota Tangsel bersama seluruh pengurus anak cabangnya, yang berjumlah tujuh pengurus anak cabang dan 54 pengurus ranting, siap mengantarkan Cak Imin menuju kursi RI 2.

    Baca juga: Prabowo-Cak Imin Dikabarkan Akan Bertemu, Fadli Zon Belum Tahu

    "Kami akan menggerakkan anggota aktif sekitar 500 orang agar harapan kami terwujud," kata Muhammad Nasori di Aula Yayasan Ibnu Ali, Pondok Karya, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Selasa, 27 Februari 2018.

    Menurut Nasori, deklarasi tersebut dilakukan dengan harapan agar kepemimpinan Cak Imin nantinya bisa mengangkat taraf ekonomi dan taraf pendidikan warga NU.

    "Kepada siapa lagi kita, warga NU berharap perhatian selain kepada warga NU sendiri," ujarnya.

    Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi PKB, Siti Masrifah, menilai bahwa hampir sebagian besar masyarakat Indonesia adalah warga NU, oleh karena itu sudah waktunya tokoh NU dapat kembali memimpin bangsa ini. "Cak Imin sudah pantas mengambil tugas dan peran ini," ujar Siti.

    Menurut dia, selama ini sudah banyak perjuangan warga NU yang dilakukan untuk Indonesia. NU berperan aktif dalam perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia dengan membentuk Laskar Hisbullah.

    Baca juga: LSI: Muhaimin Iskandar Cawapres Muslim Elektabilitas Tertinggi

    Bahkan jauh sebelum NU lahir, para tokohnya sudah membentuk Nahdlatut Tujjar dan Taswirul Afkar pada 1915-1918 dalam rangka menumbuhkan semangat berjuang. "Resolusi jihad KH Hasyim Asyari juga bukti komitmen NU untuk bangsa," katanya.

    Oleh karena itu, kata dia, untuk mengisi kemerdekaan, peran NU seharusnya juga tak bisa dihindari. Apalagi sekarang ini NU juga berperan aktif dalam urusan sosial kemasyarakatan, kesehatan, ekonomi, dan lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.