Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Cerita Sertu Waki Mempertaruhkan Nyawa Selamatkan Korban Banjir

image-gnews
Aksi Sertu Moch Waki anggota Koramil 25/Gadingrejo Kodim 0819 Pasuruan menyelamatkan warga yang hanyut di Sungai Welang Pasuruan saat banjir. Twitter.com/Sutopo_PN
Aksi Sertu Moch Waki anggota Koramil 25/Gadingrejo Kodim 0819 Pasuruan menyelamatkan warga yang hanyut di Sungai Welang Pasuruan saat banjir. Twitter.com/Sutopo_PN
Iklan

TEMPO.CO, Pasuruan – Sersan Satu (Sertu) Mochamad Waki, anggota Komando Rayon Militer (Koramil) 25, Gadingrejo, Komando Distrik Militer (Kodim) 0819, menjadi perhatian publik saat Sungai Welang, Pasuruan, meluap beberapa waktu lalu. Saat itu, Waki menyelamatkan seorang warga Pasuruan yang terseret banjir.

Lulusan Tamtama 1997 ini sampai harus berenang melawan arus banjir yang deras hingga sejauh 500 meter.

"Sungguh heroik aksi Sertu Moch. Waki, anggota Koramil 25, Gadingrejo, Kodim 0819, Pasuruan, menyelamatkan warga hanyut di Sungai Welang, Pasuruan, saat banjir. Dedikasi orang seperti ini layak diapresiasi daripada orang yang sering bikin gaduh dan mengganggu kerukunan antarmanusia," tulis juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, pada Minggu, 25 Februari 2018.

Baca juga: Jalur Utara Masih Banjir, Belum Bisa Dilewati Kereta

Dihubungi Tempo, Selasa pagi, 27 Februari 2018, bapak satu anak yang sudah 21 tahun mengabdi sebagai tentara ini mengatakan saat itu terjadi banjir di Karangketug. Dan banjir di Karangketug itu tidak terjadi saat itu saja. "Lebih sering terjadi pada malam hari," kata Waki kepada Tempo.

Selaku Babinsa, dia sudah terbiasa untuk saling membantu antarteman ketika terjadi banjir. "Sebelum-sebelumnya juga membantu orang sakit, koordinasi dengan BPBD ketika banjir untuk mengevakuasi orang sakit evakuasi. Alhamdulillah," ujarnya.

Waki menceritakan saat itu dia sehabis membantu perempuan hamil lima bulan yang dievakuasi karena banjir bertambah besar. "Saya memantau sebelah barat Jembatan Kraton, Kaliurang," kata dia. Dia mendengar ada orang teriak-teriak sekitar 100 meter dari tempatnya. Teriakan-teriakan yang mengatakan ada orang hanyut juga ramai bersahutan waktu itu. Mendengar itu, Waki kemudian menaruh telepon selulernya di tempat yang aman.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kemudian, Waki berjalan mendekat ke orang yang berteriak-teriak. Di tempat itu banyak orang termasuk polisi serta orang-orang kampung yang melihat dan belum ada tindakan. Mengetahui ada orang hanyut, Waki secara spontan langsung terjun ke sungai yang sedalam leher. "Sambil berenang, saya berusaha mencari orang yang hanyut," katanya.

Waki baru tahu kemudian setelah ada teriakan dari korban yang hanyut. "Setelah itu saya datangi dan orang itu berpegangan di pohon pisang dengan kepala timbul-tenggelam," kata Waki.

Dia kemudian menyuruh korban berpegangan pada kerah bajunya. "Dengan sekuat mungkin tenaga mengayuh dan meraih kayu-kayu untuk mengevakuasi korban, waktu itu tidak ada pertolongan sama sekali," kata dia.

Baca juga: Delapan Perjalanan Kereta Api di Madiun Molor Akibat Banjir

Hanya berbekal ketekadan untuk menolong korban, Waki sampai harus berenang melawan arus banjir sejauh 500 meter untuk melakukan evakuasi. Akhirnya, korban yang belakangan diketahui bernama Sugeng, itu berhasil dievakuasi.

Pada 2018 ini merupakan tahun ke-21 bagi Waki berdinas sebagai tentara. Masa 21 tahun itu dia jalani selama tujuh tahun di Batalion 507 atau sekarang Raider 500, kemudian selama tujuh tahun di Batalion 512. Dan sejak akhir 2010 di Pasuruan. Waki memiliki putri semata wayang yang kini menginjak SMA. Waki menjalani tugas sebagai Babinsa sejak delapan tahun.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Kondisi Terkini Banjir Demak, Sudah Tidak Ada Warga yang Mengungsi

12 jam lalu

Pengungsi korban banjir bersiap meninggalkan posko pengungsian di gedung DPRD, Kudus, Jawa Tengah, Selasa 26 Maret 2024. Sebanyak 3.756 jiwa pengungsi korban banjir Demak yang mengungsi ke Kabupaten Kudus mulai dipulangkan ke daerah asal secara bertahap, karena banjir sejak (13/3/2024) yang merendam 126 desa di 13 kecamatan yang mengakibatkan 131.703 jiwa terdampak dan13.027 jiwa diantaranya mengungsi tersebut mulai surut. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho
Kondisi Terkini Banjir Demak, Sudah Tidak Ada Warga yang Mengungsi

Tersisa empat titik banjir di Demak dengan ketinggian 10-20 sentimeter. Pengerahan teknologi modifikasi cuaca belum berani dihentikan.


Tanggul Dermaga Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Ditinggikan Antisipasi Banjir Rob

13 jam lalu

Petugas pelabuhan Tanjung Emas Semarang memantau kapal pesiar Silver Whisper berbendera Eropa yang berlabuh di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Kamis, 29 Februari 2024. Budi Purwanto
Tanggul Dermaga Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Ditinggikan Antisipasi Banjir Rob

Tanggul atau lining dermaga Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang ditinggikan untuk mengantisipasi banjir rob menjelang arus mudik lebaran.


Isu Munculnya Selat Muria Mengemuka, BRIN: Perlu Riset Cuaca Ekstrem dan Penurunan Tanah

1 hari lalu

Peta satelit wilayah sebaran banjir di pantai utara Jawa Tengah pada Maret 2024 dari Google Earth Engine yang dihubungkan dengan muncul kembalinya Selat Muria. Istimewa
Isu Munculnya Selat Muria Mengemuka, BRIN: Perlu Riset Cuaca Ekstrem dan Penurunan Tanah

Selat Muria merupakan selat yang pernah ada, yang memisahkan Pulau Jawa dan Pulau Muria.


Jembatan Little Semanggi di Bandara Soekarno-Hatta Dioperasikan H-5 Lebaran, Polisi: Atasi Kemacetan

1 hari lalu

Jembatan layang Little Semanggi di Bandara Soekarno-Hatta yang akan segera dioperasikan pada H-5 Lebaran 2024. Dok istimewa
Jembatan Little Semanggi di Bandara Soekarno-Hatta Dioperasikan H-5 Lebaran, Polisi: Atasi Kemacetan

Jembatan berbentuk setengah daun semanggi ini dibangun di depan pintu masuk serta menghubungkan dua jalan yang mengelilingi Bandara Soekarno-Hatta.


Anggota DPRD DKI Kritik Penanganan Banjir Jakarta: Fokus, Jangan Main-main sama Banjir

2 hari lalu

Warga berjalan melintasi banjir di kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta, Senin 24 Maret 2024. Banjir di permukiman padat penduduk dengan ketinggian air 50-175 cm itu terjadi akibat meluapnya Kali Ciliwung. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Anggota DPRD DKI Kritik Penanganan Banjir Jakarta: Fokus, Jangan Main-main sama Banjir

Penanganan banjir Pemprov DKI Jakarta menuai kritik karena dinilai tidak fokus dan tak kunjung terealisasi.


Pemprov DKI Jakarta Benahi Infrastruktur dan Operasional Sarana Banjir

2 hari lalu

Warga berjalan melintasi banjir di kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta, Senin 25 Maret 2024. Banjir di permukiman padat penduduk dengan ketinggian air 50-175 cm itu terjadi akibat meluapnya Kali Ciliwung. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Pemprov DKI Jakarta Benahi Infrastruktur dan Operasional Sarana Banjir

Langkah-langkah ini disusun dalam program penanganan banjir yang menjadi bagian dari rencana aksi roadmap untuk penyusunan RPJPD 2025-2045.


Basarnas Temukan 4 Korban Tewas Imbas Banjir dan Longsor di Bandung Barat

2 hari lalu

 Anggota SAR dan relawan mengevakuasi warga yang mengungsi menggunakan perahu karet melewati Jalan Raya Dayeuhkolot saat banjir di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 12 Januari 2024. Hujan lebat di wilayah Bandung Raya membuat semua sungai meluap dan merendam ribuan rumah disejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung, juga menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor di beberapa wilayah. TEMPO/Prima mulia
Basarnas Temukan 4 Korban Tewas Imbas Banjir dan Longsor di Bandung Barat

Tim gabungan Basarnas masih mencari enam orang korban yang hilang imbas banjir dan longsor. Proses pencariannya akan dilanjutkan pada pagi ini.


Gaya Ahok, Anies, dan Heru Budi Tangani Banjir di DKI Jakarta

3 hari lalu

Jakarta Banjir, Heru Budi Minta Maaf: Mohon Dimaklumi
Gaya Ahok, Anies, dan Heru Budi Tangani Banjir di DKI Jakarta

Banjir melanda sebagian wilayah di DKI Jakarta kerap terjadi berulang kali. Berikut gaya gubernur DKI menyikapi banjir di wilayahnya.


Banjir Demak, Pemerintah Kerahkan 12 Pompa untuk Mengurangi Titik Banjir

3 hari lalu

Seorang kakek digendong anaknya melintasi banjir untuk mengikuti pengajian di Masjid Agung Demak di kawasan alun alun kota, Selasa, 19 Maret 2024. Banjir telah merendam 11 kecamatan di Kabupaten Demak, akibat 6 tanggul sungai jebol tidak kuat menahan derasnya arus sungai. Tempo/ Budi Purwanto
Banjir Demak, Pemerintah Kerahkan 12 Pompa untuk Mengurangi Titik Banjir

Wilayah terdampak banjir berkurang karena curah hujan terus berkurang, serta penempatan pompa di daerah banjir, dan perbaikan tanggul yang jebol.


Lumpuh karena Banjir Berhari-hari , Jalur Pantura Demak-Kudus Sudah Kembali Dibuka

3 hari lalu

Kendaraan bermotor melaju perlahan saat melintasi jalan yang rusak terdampak banjir di jalur utama pantura Demak-Kudus Kilometer 44 di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Minggu, 24 Maret 2024. Bupati Demak Esti'anah telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Demak mendata seluruh ruas jalan rusak terdampak banjir yang kemudian diprioritaskan untuk perbaikan pada kewenangan wilayah jalan pemerintah pusat, provinsi, dan daerah sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo saat memantau penanganan banjir Demak pada Jumat (22/3). ANTARA FOTO/Aji Styawan
Lumpuh karena Banjir Berhari-hari , Jalur Pantura Demak-Kudus Sudah Kembali Dibuka

Habis banjir lebih dari sepekan terbitlah jalan rusak di Jalur Pantura Demak-Kudus.