Polisi Kejar Seorang Anggota Family MCA di Korea Selatan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Cyber Crime. mia.mk

    Ilustrasi Cyber Crime. mia.mk

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi masih memburu salah satu Anggota Family Muslim Cyber Army atau Family MCA bernama Suhendra Purnama yang diduga berada di Korea Selatan.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Kepolisian RI Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal membenarkan anggota Famiy MCA itu berada di Korea Selatan. "Benar, salah satunya," kata dia di Mabes Polri, Selasa, 27 Februari 2018.

    Menurut Iqbal, tim siber Polri masih terus bergerak mengembangkan kasus ini dan mencari anggota Family MCA yang lain.

    Baca juga: Empat Tersangka Penyebar Hoax dan Ujaran Kebencian Ditangkap

    Kemarin, Direktorat Tindak Pidana Siber Polri bersama Direktorat Keamanan Khusus BIK menangkap empat anggota kelompok inti Family MCA yang tergabung dalam grup aplikasi Whatsapp bernama The Family MCA.
    Mereka ditangkap lantaran diduga kerap menyebarkan ujaran kebencian dan hoaks, seperti isu kebangkitan PKI, penculikan ulama, dan penyerangan terhadap nama baik presiden, pemerintah, serta tokoh-tokoh tertentu.

    Para pelaku tersebut ialah Muhammad Luth, 40 tahun, Rizki Surya Dharma, 35 tahun, Ramdani Saputra, 39 tahun, dan Yuspiadin, 24 tahun. Mereka disangka dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

    Iqbal mengatakan penangkapan kelompok Family MCA dilakukan secara serentak di beberapa daerah seperti Jakarta, Bandung, Bali, Pangkal Pinang, dan Palu. Sebelumnya, Kepolisian sudah mempelajari kelompok ini dan melakukan pengembangan. Iqbal menjelaskan pergerakan MCA, serupa dengan kelompok Saracen yang ditangkap di Pekanbaru pada 2017 lalu.

    Baca juga: Sebar Hoax Muazin Dibunuh, Dosen Bahasa Inggris Ditangkap

    Selain menyebarkan isu-isu provokatif, Iqbal berujar, kelompok ini juga menyebarkan virus untuk perangkat elektronik lewat tautan-tautan berita hoax yang disebarkan. "Kalau kena virus itu, handphone kita bisa rusak," ujar dia.

    Untuk lebih lanjutnya, Iqbal menyerahkan ke Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Irwan Anwar, untuk menjelaskan hal tersebut terperinci. "Kita akan sampaikan besok, sabar saja," tukas dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.