Soal Deklarasi Prabowo Jadi Capres, Fadli Zon: Masih Lama

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon (kanan) saat menunggu antrian untuk mencoblos di TPS 02, Desa Bojong Koneng, Hambalang, Bogor, Rabu (9/4). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon (kanan) saat menunggu antrian untuk mencoblos di TPS 02, Desa Bojong Koneng, Hambalang, Bogor, Rabu (9/4). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan deklarasi pengusungan Ketua Umum Prabowo Subianto sebagai calon presiden dalam pemilihan presiden 2019 masih menunggu hasil dialog dengan calon partai koalisi.

    "(Deklarasinya) belum, masih lama, lah," kata dia di Gedung DPR, Jakarta pada Selasa, 27 Februari 2018.

    Baca: Fadli Zon Polling Lagi: 75 Persen Peserta Ingin Presiden Baru

    Saat ini, Fadli mengatakan Gerindra masih menjajaki koalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrat, dan Partai Amanat Nasional (PAN). Komunikasi intensif terus dibangun untuk membuka peluang pencalonan Prabowo Subianto dalam pilpres 2019.

    Meski partainya sudah bergerilya, Prabowo Subianto masih belum resmi menyatakan diri akan maju kembali di pilpres 2019. Kader Partai Gerindra di daerah telah mulai melakukan deklarasi dukungan terhadap ketua umum mereka secara bertahap. Deklarasi pertama telah dilakukan oleh Gerindra Banten.

    Baca: Gerindra Klaim Prabowo Masih Sangat Fit untuk Ikut Pilpres 2019

    Fadli tak menampik Prabowo belum secara resmi menyatakan maju. "Tapi Pak Prabowo siap," ujarnya.

    Menurut Fadli, Prabowo sudah seharusnya maju kembali dalam pilpres karena dia merupakan calon yang tepat untuk melawan Joko Widodo. Jokowi telah dideklarasikan maju sebagai capres oleh sejumlah partai, yaitu PDIP, Nasdem, Golkar, PKB, PPP dan Hanura. Berdasarkan sejumlah survei elektabilitas, nama Prabowo dan Jokowi selalu masuk memperoleh suara terbanyak.

    Fadli mengatakan, majunya Prabowo juga bisa menutup kemungkinan calon tunggal dalam pemilihan presiden 2019. "Bagi kepentingan demokrasi sebaiknya jangan ada upaya memaksakan kehendak untuk satu calon yang akan membayakan demokrasi dan masa depan bangsa kita," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.