Pengacara Akan ke Arab Saudi Bujuk Rizieq Syihab Pulang

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rizieq Shihab keluar dari Polda. Ia tampil dihadapan pendukungnya. Jl. Sudirman, Jakarta, 23 Januari 2017. TEMPO/Maria Fransisca

    Rizieq Shihab keluar dari Polda. Ia tampil dihadapan pendukungnya. Jl. Sudirman, Jakarta, 23 Januari 2017. TEMPO/Maria Fransisca

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara dari pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab, Kapitra Ampera akan mengunjungi kliennya di Arab Saudi minggu depan. Kapitra mengatakan tujuan dari kunjungan tersebut untuk membujuk agar Rizieq pulang ke Indonesia.

    "Minggu depan saya yang ke sana. Saya ingin bawa habib pulang," katanya saat dihubungi Tempo, Selasa, 27 Februari 2018.

    Baca juga: Rizieq Shihab Gagal Pulang, FPI Salahkan Polisi

    Menurut Kapitra, rencana tersebut telah dikomunikasikan kepada banyak pihak di alumni 212. Menurut dia, rencana tersebut dibuat setelah melihat perjalanan aksi bela islam selama ini. "Saya sudah ambil kesimpulan, maka akan saya sarankan itu ke habib (untuk pulang)," katanya.

    Kepulangan Rizieq sebenarnya telah beberapa kali direncanakan. Namun, sampai saat ini Rizieq tak juga menginjakkan kakinya di Indonesia. Terakhir, Rizieq direncanakan akan pulang pada Rabu, 21 Februari 2018. Tiket pesawat kepulangan Rizieq dan istrinya beredar luas di media sosial.

    Melalui aplikasi voice call yang diperdengarkan di Masjid Baitul Amal, Cengkareng, Jakarta Barat, Rizieq kemudian menyampaikan dirinya batal pulang. Rizieq mengaku telah beberapa kali melaksanakan salat istikharah namun belum mendapatkan petunjuk untuk pulang ke Indonesia.

    Baca juga: Kaukus Pembela Rizieq Shihab Deklarasikan Tiga Tuntutan Ulama

    Rizieq Syihab saat ini berada di Arab Saudi. Ia pergi ke sana setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan konten pornografi dalam pesan WhatsApp dengan Firza Husein. Polisi bahkan telah menetapkannya masuk dalam daftar pencarian orang. Selain kasus itu Rizieq juga ditunggu kasus lain jika tiba di Tanah Air yaitu kasus penodaan Pancasila.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.