Polisi Kantongi Identitas Bos Pengirim 1,6 Ton Sabu dari Cina

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka dan barang bukti sabu dihadirkan dalam rilis pengungkapan kasus jaringan narkotika internasional di kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta, 20 Februari 2018. Tim gabungan BNN, Bea Cukai, dan TNI AL berhasil mengamankan barang bukti jaringan narkoba internasional berupa sabu seberat 1,037 ton dari kapal MV Sunrise Glory yang berbendera Singapura diperairan Selat Philip, perbatasan Singapura dan Batam. TEMPO/Amston Probel

    Tersangka dan barang bukti sabu dihadirkan dalam rilis pengungkapan kasus jaringan narkotika internasional di kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta, 20 Februari 2018. Tim gabungan BNN, Bea Cukai, dan TNI AL berhasil mengamankan barang bukti jaringan narkoba internasional berupa sabu seberat 1,037 ton dari kapal MV Sunrise Glory yang berbendera Singapura diperairan Selat Philip, perbatasan Singapura dan Batam. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Polri Brigadir Jenderal Eko Daniyanto mengatakan pihaknya telah mengantongi nama bos besar pengirim 1,6 ton narkotika jenis sabu yang beberapa waktu lalu ditangkap di perairan Karang Helen Mars, Kepulauan Riau.

    "Para tersangka ini dikendalikan langsung oleh bosnya di China, berinisial L," ujar Eko saat konferensi pers di Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Cawang, Jakarta pada Selasa, 27 Februari 2018.

    Baca: Bareskrim Polri: Kami Tak Pernah Katakan Ada 3 Ton Sabu di Batam

    Eko mengatakan, informasi terkait identitas bos pengirim narkoba itu didapat dari hasil pemeriksaan para tersangka. Dari keterangan terungkap bahwa L bertugas memberikan koordinat tertentu sebagai acuan kapal pengangkut sabu itu bergerak. Penangkapan pun dilakukan saat kapal sedang berhenti di Selat Phillips untuk menunggu arahan selanjutnya dari bos besar itu.

    Untuk menindaklanjuti informasi tersebut, kata Eko, Kepolisian RI telah berkoordinasi dengan polisi narkotika di Cina. Dalam waktu dekat, kedua instansi ini direncanakan berbagi informasi intelejen terkait kasus tersebut.

    "Kami akan melakukan sharing informasi dan intelejen dengan pihak kepolisian narkotika China dalam beberapa hari ke depan," ujar Eko.

    Baca: Polisi dan Bea Cukai Periksa Kapal Asing yang Diduga Bawa Narkoba

    Tim Satuan Tugas Polri bersama Bea dan Cukai Kementerian Keuangan melakukan penangkapan terhadap kapal ikan asal Taiwan yang berbendera Singapura, MV Lian Yu Yun 61870, pada Selasa, 20 Februari 2018. Kapal tersebut ditangkap di perairan Karang Helen Mars, berdekatan dengan Karang Banteng, Kabupaten Anambas, Kepulauan Riau.

    Dari hasil penangkapan, polisi menemukan 1,6 ton sabu, terbagi dalam 81 karung, yang disembunyikan di bagian palka sebelah kiri kapal. Empat orang warga negara asing asal Cina pun turut ditangkap, yaitu Tan Mai, 69 tahun, Tan Yi (33), Tan Hui(43), serta Liu Yin Hua (63).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.