Jusuf Kalla Kunjungan ke Afghanistan, Ini Agendanya

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla memberi keterangan pers di Kantor Wapres, 19 Desember 2017. Tempo/Amirullah Suhada.

    Wakil Presiden Jusuf Kalla memberi keterangan pers di Kantor Wapres, 19 Desember 2017. Tempo/Amirullah Suhada.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla bertolak ke Afghanistan pagi ini, Selasa, 27 Februari 2018. Dia akan menghadiri Konferensi Proses Perdamaian Kabul.

    Jusuf Kalla berangkat menggunakan pesawat kepresidenan melalui Bandara Halim Perdanakusuma. Didampingi Wakil Kepala Kepolisian Komisaris Jenderal Syafruddin, dia lepas landas pukul 06.20 WIB menuju Bandar Udara Kualanamu, Medan untuk transit 1 jam. Dari Medan, Jusuf Kalla dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Kabul pukul 09.20 WIB.

    Baca juga: KPU Sebut Jusuf Kalla Tak Bisa Kembali Jadi Cawapres

    Nampak sejumlah menteri melepas keberangkatan Kalla dari Halim pagi tadi. Di antaranya adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, dan Gubernur DKI Anies Baswedan.

    Dalam Konferensi Proses Perdamaian nanti, Jusuf Kalla akan membagi pengalamannya mengenai upaya Indonesia dalam menangani konflik internal. Kehadirannya merupakan wujud komitmen Indonesia dalam mendukung perdamaian di dunia.

    Dukungan untuk perdamaian di Afghanistan juga dinyatakan oleh Presiden Joko Widodo melalui kunjungan kenegaraan ke sana pada 29 Januari 2018. Dia menjadi Presiden Indonesia kedua yang menginjakkan kaki di Afghanistan setelah Presiden Soekarno pada 1961.

    Baca: Kata Pengamat Soal Peluang JK Jadi Cawapres Jokowi

    Selain menghadiri konferensi, Jusuf Kalla juga akan melakukan serangkaian pertemuan. Dia dijadwalkan bertemu dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dan Ketua High Peace Council Mohammad Karim Khalili.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.