Jusuf Kalla: Kepolisian Masih Bekerja Ungkap Kasus Novel Baswedan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjenguk sepupunya yang juga penyidik senior KPK Novel Baswedan di kediaman Novel, Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Selatan, 25 Februari 2018. TEMPO/Caesar Akbar

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjenguk sepupunya yang juga penyidik senior KPK Novel Baswedan di kediaman Novel, Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Selatan, 25 Februari 2018. TEMPO/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan kepolisian terus bekerja untuk mengungkap pelaku penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. "Saya kira polisi bekerja keras untuk itu. Kami harapkan polisi dapat menyelesaikan itu," kata Jusuf Kalla saat ditanya mengenai penanganan kasus Novel di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin, 26 Februari 2018.  

    Novel Baswedan disiram air keras seusai salat subuh berjemaah di dekat kediamannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa, 11 April 2017. Penyerangan itu merusak mata Novel, terutama mata kirinya. Novel harus dirawat dan menjalani beberapa kali menjalani operasi di Singapura selama sekitar 10 bulan. Pekan waktu lalu, Novel kembali ke Tanah Air dan masih harus menjalani rawat jalan.

    Baca: 
    Sesampai di Jakarta, Novel Baswedan...
    KPK Percayakan Kasus Novel Baswedan ke...

    Hingga Novel kembali, polisi belum juga menangkap pelaku penyerangan penyidik KPK itu. Berdasarkan identifikasi awal, penyerang Novel dua orang. Polisi pernah menangkap orang yang diduga sebagai pelaku, tapi melepaskannya kembali karena keduanya terbukti tak bersalah. 

    Baca juga: KPK: Usulan Pembentukan TGPF Novel...

    Sejumlah komunitas dan lembaga swadaya masyarakat antikorupsi mengusulkan pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF) kasus Novel Baswedan kepada Presiden Joko Widodo. Perwakilan Change.org menggalang petisi pembentukan TGPF untuk Novel Baswedan. Sebanyak 65 ribu orang mendukung dan meminta Presiden Jokowi segera membentuk TGPF. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.