Minggu, 21 Oktober 2018

Adelina Dibawa Diam-diam ke Malaysia Saat Ibu Bekerja di Ladang

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga kerja wanita asal Nusa Tenggara Timur, Adelina Lisao, sedang tidur di lokasi garasi di rumah majikan di Malaysia di sebelah anjing piaran. MalayOnline.

    Tenaga kerja wanita asal Nusa Tenggara Timur, Adelina Lisao, sedang tidur di lokasi garasi di rumah majikan di Malaysia di sebelah anjing piaran. MalayOnline.

    TEMPO.CO, Kupang - Ibu Adelina Sau, Yohana Banunaek, diberikan Rp 200 ribu oleh calo yang menjemput Adelina di rumahnya sebelum akhirnya Adelina dikirim bekerja ke Malaysia.

    "Kami diberi Rp 200 ribu. Padahal kami sudah menolak untuk Adelina dibawa ke Malaysia," kata Yohana kepada Tempo, Senin, 26 Februari 2018.

    Baca juga: Polri akan Periksa Video Dugaan Penyiksaan TKI Adelina Lisao

    Adelina diajak seorang calo untuk bekerja di Malaysia. Namun ajakan tersebut selalu ditolak ibu Adelina. Akhirnya calo tersebut menjemput Adelina secara diam-diam saat Yohana sedang bekerja di kebun. "Saya tidak setuju," katanya.

    Simak: Uang Miliaran Rupiah buat Aparat di Perdagangan TKI Ilegal

    Yohana mengatakan Adelina pernah bekerja di Malaysia pada 2014-2015, dan sempat pulang ke kampung halamannya. Namun, dia tidak tahu berapa gaji yang diterima Adelina selama bekerja di Malaysia.

    "Dia (Adelina) tidak pernah beritahu berapa gajinya selama di Malaysia," katanya.

    Adelina punya keinginan kuat untuk bekerja di Malaysia. Akibatnya, dia kembali diberangkatkan ke Malaysia, namun dipulangkan dalam keadaan tidak bernyawa. "Kami tidak pernah tahu, berapa gajinya," kata Yohana.

    Adelina, TKI asal Desa Abi, Kecamatan Oenino, Timor Tengah Selatan (TTS) meninggal di Malaysia, karena disiksa majikannya dengan cara tidak diberi makan dan tidur bersama anjing peliharaan. Adelina telah dimakamkan di kampung halamannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.