Big Bad Wolf Bakal Sajikan 5,5 Juta Buku Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjung melihat buku dalam pameran buku The Big Bad Wolf Sale 2017. Dalam acara ini diskon yang ditawarkan mulai dari 60 persen. TEMPO/Fajar Januarta

    Sejumlah pengunjung melihat buku dalam pameran buku The Big Bad Wolf Sale 2017. Dalam acara ini diskon yang ditawarkan mulai dari 60 persen. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Brand Manager Big Bad Wolf Ivan Ooi memastikan Big Bad Wolf Book Sale bakal kembali digelar 29 Maret-9 April 2018 di Indonesia Convention Exhibition BSD City Tangerang Selatan, Banten. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Big Bad Wolf bakal buka selama 24 jam non-stop dengan diskon buku dari 60-80 persen.

    “Tahun ini kami akan kembali dengan membawa 5,5 juta buku dengan pilihan yang lebih beragam dan penerbit yang lebih banyak. Kami juga menambah jumlah penerbit yang menjual buku-buku berbahasa Indonesia. Kami juga membawa lebih banyak dan lebih beragam buku berbahasa Mandarin,” kata Ivan ketika dihubungi Tempo, Senin, 26 Februari 2018.

    Baca juga: Pameran Buku Big Bad Wolf Book Penuh Sesak

    Big Bad Wolf pertama kali digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 2019. Setelah berkeliling di beberapa kota besar di Malaysia, Big Bad Wolf mencoba peruntungannya pada 2015 di Indonesia. Dalam dua tahun terakhir, selain di ICE BSD City, Big Bad Wolf hadir di Surabaya.

    Meski dikenal menjual buku-buku impor, Big Bad Wolf berencana menambah porsi penjualan buku-buku berbahasa Indonesia. Menurut Ivan, hal itu merupakan cara yang bagus untuk mempromosikan penerbit local yang tanpa lelah berkomitmen dan berkontribusi kepada masyarakat Indonesia. Namun, berapa porsi buku-buku bahasa Indonesia yang akan dijual masih digodok penyelenggara.

    Dalam beberapa tahun terakhir, Big Bad Wolf selalu dipenuhi antrean pengunjung yang panjang dalam waktu lama. Antrean pun bisa berlangsung sampai dini hari. Untuk tahun ini, kata Ivan, Big Bad Wolf akan berusaha membuat pengunjung lebih nyaman.

    Ketika ditanya apakah ada peluang kota lain di Indonesia bakal didatangi Big Bad Wolf, Ivan enggan menjawabnya. “Itu bakal jadi kejutan untuk para penggemar kami di Indonesia. Jadi, kalian harus terus memantau perkembangannya di halaman Facebook kami,” kata dia.

    Tahun lalu, Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti sempat membuka Big Bad Wolf di ICE BSD City. Saat itu, Susi mengutarakan harapannya agar Big Bad Wolf tidak hanya digelar di kota-kota besar di Indonesia.

    Menurut pendiri Big Bad Wolf, Andrew Yap, pada Ahad lalu, Big Bad Wolf menggelar hari terakhir pameran buku tersebut di Manila, Filipina. Di Manila, Big Bad Wolf menghadirkan 2 juta buku baru.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?