Cara Gerindra Dorong Prabowo Jadi Calon Presiden di Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat berpidato dalam acara Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, 18 Oktober 2017. ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat berpidato dalam acara Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, 18 Oktober 2017. ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo sudah dipastikan akan maju lagi di pemilihan presiden atau pilpres 2019 setelah PDIP mengumumkan secara resmi dukungannya pada Jumat, 23 Februari 2018. Namun satu-satunya penantang Jokowi berdasarkan survei elektabilitas, yakni Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, hingga kini masih bungkam apakah akan maju lagi sebagai calon presiden pada 2019.

    "Sampai sekarang Pak Prabowo belum putuskan," kata Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad saat dihubungi Tempo, Ahad, 25 Februari 2018.

    Baca juga: Jika Jokowi Berpasangan dengan Prabowo, Pengamat: Pilpres Selesai

    Adapun kader Partai Gerindra terus mendorong Prabowo maju menantang Jokowi. Dorongan itu dilakukan dengan menggelar deklarasi dukungan untuk Prabowo di tiap daerah. Kemarin, deklarasi dilakukan Dewan Pimpinan Daerah Gerindra Banten. Deklarasi serupa bakal digelar bergantian di daerah lain.

    Menurut Dasco, puncak deklarasi dukungan untuk Prabowo Subianto akan dilakukan di Jawa Tengah pada 11 Maret 2018.

    Nama Prabowo Subianto masuk sebagai penantang terkuat Jokowi dalam beberapa survei. Terakhir, survei yang digelar Alvara menunjukkan elektabilitas Prabowo berada di angka 26,5 persen, di bawah Jokowi yang mendapat 46,1 persen.

    Prabowo sebelumnya mengatakan pendaftaran calon presiden masih cukup lama, yaitu Agustus 2018. "Dari dulu, dari kecil, saya ingin mengabdi kepada negara dan bangsa," katanya seusai perayaan HUT ke-10 Gerindra di Ragunan, Sabtu, 10 Februari 2018. Prabowo juga mengisyaratkan, jika dia sudah tak kuat lagi, dia akan mencari penggantinya.

    "Kalau saya tidak kuat, saya akan lapor, saya tidak kuat lagi, turun cari pengganti saya," ujarnya.

    Menurut Dasco, untuk memantapkan langkah di pilpres 2019, Gerindra tengah bergerilya menjajaki kemungkinan koalisi dengan sejumlah partai untuk mendukung Prabowo.

    Namun dia enggan menjawab dengan partai mana tepatnya penjajakan itu dilakukan. Saat ini, terdapat dua partai yang tak masuk pendukung pemerintah, yaitu Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Demokrat. Selain itu, terdapat empat partai baru yang masuk pemilu, yaitu PSI, Perindo, Partai Berkarya, dan Partai Garuda.

    Baca juga: HUT Gerindra, Prabowo Dielu-elukan sebagai Presiden

    Namun, Dasco mengatakan, partainya tak menutup kemungkinan menjajaki koalisi dengan partai pendukung pemerintah, seperti PDIP. "Masih mungkin ketemu," katanya.

    Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan partainya sedang menjajaki kemungkinan koalisi dengan partai di luar pemerintah. Salah satunya Gerindra. Hasto mengklaim keduanya sudah menjalin komunikasi.

    PDIP telah menyatakan mengusung Presiden Joko Widodo untuk maju kembali dalam pilpres 2019. Jika Prabowo memutuskan maju, dia akan kembali bertarung dengan inkumben itu seperti saat pilpres 2014.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.