Selasa, 26 Juni 2018

Hujan 3 Hari Terakhir, 7 Daerah di Jawa Barat Longsor dan Banjir

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. ANTARA/Wahyu Putro A

    Ilustrasi banjir. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Bandung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat melansir tujuh daerah di Jawa Barat diterjang banjir dan longsor akibat lonjakan intensitas hujan yang terjadi sejak tiga hari terakhir. Banjir terjadi di Kabupaten Bandung, Kabupaten Cirebon, Kota Bandung, serta satu kecamatan di Majalengka dan Kuningan. Sementara bencana longsor terjadi di Subang, Sumedang, Majalengka, serta Kuningan.

    “Setiap daerah agar dalam kesiapsiagaan dengan mengaktifkan posko kebencanannya, serta aktif mensosialisasikan dan menginformasikan pada masyarakat untuk peduli terhadap bencana. Terutama daerah-daerah rawan bencana seperti bantaran sungai, dan rawan longsor,” kata Kepala BPBD Jawa Barat Dicky Saromi pada Tempo, Sabtu, 24 Februari 2018.

    Baca juga: BPBD Jawa Barat Minta Waspadai Longsor dan Banjir Bandang

    Di Subang terjadi longsor pada 21 Februari 2018 pukul 17.30 WIB di Kampung Nyalindung, Desa Cinta Mekar, Kecamatan Sagalaherang. Akibatnya akses jalan dari Sagalaherang-Kampung Nyalindung terputus. Di hari yang sama pukul 20.00 WIB terjadi longsor di Desa Sagalaherang Kaler, Kecamatan Sagalaherang mengakibatkan akses jalan Sagalaherang-Jalan Cagak putus. Upaya pembersihan jalan dari longsor tengah dikerjakan.

    Di Kota Bandung, banjir terjadi di Kecamatan Astana Anyar pada 22 Februari 2018 pukul 20.00 WIB. Banjir mengakibatkan 142 rumah terendam, dan 192 keluarga terkena dampak. Esoknya, Jumat, 23 Februari 2018, BPBD Jawa Barat bersama Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung mendirikan posko untuk membantu membersihkan lokasi banjir dan mengirim bantuan makanan siap saji bagi warga terdapampak bencana.

    Di Sumedang longsor terjadi di 3 loakasi berbeda. Longsor terjadi pada di Dusun Cirandegan Darmaraja mengakibatkan 1 rumah rusak pada 21 Februari 2018 pukul 19.30 WIB. Esoknya longsor di Dusun Ramoseh Kecamatan Cisitu pukul 07.30 WIB mengakibatkan 1 rumah rusak, lalu longsor terjadi di Dusun Cibuyung Jatigede pukul 22.00 WIB mengakibatkan jalan desa putus tercatat 600 jiwa terdampak. Pembersihan longsoran yang memutus jalan tengah dikerjakan.

    Di Kuningan terjadi longsor di 6 lokasi berbeda pada 21 Februari 2018, serta banjir melanda 5 desa di 2 kecamatan. Akibat bencana longsor yang terjadi sporadis di 6 lokasi di Kuningan tersebut sedikitnya mengakibatkan 7  rumah rusak berat, 1 rumah rusak sedang, 7 rusak ringan, 5 unit rumah terancam serta 62 warga mengungsi. Hujan dengan intensitas tinggi pada 21 Februari 2018 itu juga mengakibatkan pergerakan tanah di 2 lokasi berbeda yakni di Kecamatan Cinuru, serta Kecamatan Karangkencana menyebabkan sedikitnya 1.285 orang mengungsi.

    Di Majalengka terjadi bencana longsor dan banjir. Tingginya intensitas hujan pada 21 Februari 2018 mengakibatkan terjadinya bencana longsor di 6 lokasi berbeda, serta memicu pergerakan tanah di dua lokasi. Esoknya pada 22 Febrauri 2018 hujan mengakibatkan bencana banjir akibat meluapnya Sungai Cideres mengakibatkan 50 rumah terendam dan 71 keluarga terdampak di Dusun Kedung Buni, Desa Leuwisaeng, Kecamatan Panyingkiran.

    Di Kabupaten Cirebon terjadi bencana banjir pada 23 Februari 2018 di 9 kecamatan berbeda. Akibatnya 4.794 rumah terendam dan 21.968 orang warga terkena dampak banjir. Esoknya, pada 24 Februari 2018 banjir sudah surut kecuali di Kecamatan Pabedilan yang masih merendam sedikitnya 665 rumah terendam, tercatat 4.979 orang terdampak bencana banjir di kecamatan tersebut. 

    Di Kabupaten Bandung, intensitas hujan pada 22 Februari 2018 menyebabkan meluapnya Sungai Citarum. Banjir tercatat melanda 3 kecamatan yakni Baleendah, Dayeuhkolot, serta Bojongsoang. Banjir menyebabkan 6.321 rumah, 7 sekolah, 8 fasilitas umum, dan 36 tempat ibadah terendam. Data terakhir pada 24 Februari 2018, pukul 16.00 WIB banjir mengakibatkan 1.063 orang mengungsi.

    Dicky mengatakan, tim reaksi cepat sudah disebar di 7 daerah yang mengalami bencana banjir dan longsor tersebut. “Tim sudah diturunkan untuk mendampingi. Bantuan logistik sudah dikirimkan berupa perlengkapan sekolah, makanan siap saji, family kit, kids ware, terpal, dan karung ke Kuningan, Kota Bandung, Kabupaten Bnadung, dan Kabupaten Cirebon,” kata dia.

    Kepala BPBD Kabupaten Bandung Ahmad Djohara mengatakan, banjir di sebagian lokasi sudah mulai surut kendati kemungkinan masih berpotensi terjadi lagi mengingat intensitas hujan masih tinggi. BPBD Kabupaten Bandung menyiapkan 13 titik lokasi pengungsian untuk warga terkena dampak banjir tersebut. “Kalau melihat cuaca seperti ini, kami mengimbau warga segera mengungsi,” kata dia saat dihubungi Tempo, Sabtu, 24 Februari 2018.

    Ahmad mengatakan, banjir akibat luapan Sungai Citarum murni karena intensitas hujan yang tinggi. Ketinggian banjir dilaporkan sudah menembus ketinggian 2 meter di sejumlah lokasi. Saat ini, Kabupaten Bandung masih mematok status Siaga Darurat atas bencana banjir itu. “Kalau sampai Senin situasi tidak berubah, maka kemungkinan kita akan usulkan untuk menaikkan status menjadi Tanggap Darurat,” kata dia.

    Kepala BMKG Stasiun Kelas 1 Bandung, Tony Agus Wijaya mengatakan, dalam dua hari terakhir, mulai 22 Februari 2018, terpantau terjadinya gangguan cuaca skala regional di Jawa bagian tengah yang memicu potensi terjadinya hujan dengan intensitas tinggi dan bisa menimbulkan banjir. “Ada gangguan cuaca, yaitu pada daerah pertemuan angin di sekitar Jawa Barat yang meningkatkan curah hujan. Sehingga terjadi hujan lebat Hari Kamis, 22 Februari 208, kemungkinan akan menerus hingga hari Minggu, besok, 25 Februari 2018. Masih ada potensi hujan dengan intensitas sedang terutama di sore dan malam hari,” kata dia saat dihubungi Tempo, Sabtu, 24 Februari 2018.


     

     

    Lihat Juga