Saat Jokowi Ikut Berselawat Bareng Hadad Alwi dan Sulis

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi memberi sambutan di pembukaan Festival Sholawat Nusantara Piala Presiden 2018 di Sentul International Convention Center, Bogor, 24 Februari 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    Presiden Jokowi memberi sambutan di pembukaan Festival Sholawat Nusantara Piala Presiden 2018 di Sentul International Convention Center, Bogor, 24 Februari 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Bogor - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir di acara Pembukaan Festival Sholawat Nusantara Piala Presiden 2018 di Sentul International Convention Center. Dalam acara itu, Presiden Jokowi ikut mendendangkan selawat Ya Thoybah bersama duet Hadad Alwi dan Sulis.

    Mulanya Hadad Alwi meminta para hadirin yang masih muda untuk berdiri dan membaca selawat. "Yang masih muda yang merasa cinta pada Nabi ayo berdiri. Yang masih muda saja, masak saya nyuruh Presiden berdiri," katanya di Sentul, Bogor, Sabtu, 24 Februari 2018.

    Baca juga: Ma'ruf Amin Bersyukur Jokowi Rajin Hadiri Majelis Selawat

    Meski tetap diminta duduk oleh Hadad Alwi, Jokowi beserta para Menteri Kabinet Kerja, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, hingga Rais 'Aam Nahdlatul Ulama KH Ma'ruf Amin memutuskan berdiri. "Wah Pak Presiden berdiri juga," tutur Haddad Alwi.

    Hadad Alwi dan Sulis lalu memimpin pembacaan selawat Ya Thoybah. Dari tampilan layar di belakang panggung, tampak Presiden Jokowi yang ikut membaca selawat.

    Setelah pembacaan selawat usai, Hadad Alwi tetap meminta audiens tetap berdiri untuk berdoa bersama. "Semoga pemimpin kita menomorsatukan rakyatnya dan rakyat mencintai pemimpinnya," kata Haddad Alwi.

    Dalam acara ini, Presiden Jokowi mengajak masyarakat untuk memulai hal-hal baik dengan diawali membaca basmalah dan selawat. "Dengan selawat mari kita rekatkan persaudaraan, persatuan, kerukunan diantara kita," ucapnya.

    Baca juga: Jokowi Gandeng Tangan Ma'ruf Amin dan Habib Luthfi

    Ia meminta diantara masyarakat Indonesia tidak ada lagi saling berburuk sangka dan mencemooh. "Jangan saling memfitnah, setuju enggak?," kata Jokowi.

    "Dengan izin Allah lakukan hal baik, husnudzon, berpikir positif, saling hormati dan menghargai, dan junjung tinggi nilai agama, etika, dan budi pekerti," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.