Polisi dan Bea Cukai Periksa Kapal Asing yang Diduga Bawa Narkoba

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas BNN menata barang bukti sabu seberat 1 ton lebih dalam rilis pengungkapan kasus jaringan narkotika internasional di kantor BNN, Jakarta, 20 Februari 2018. Barang bukti lainnya yaitu 1 unit kapal ikan, 4 telepon seluler, 1 telepon satelit, dan 1 tas berisi dokumen kapal. TEMPO/Amston Probel

    Petugas BNN menata barang bukti sabu seberat 1 ton lebih dalam rilis pengungkapan kasus jaringan narkotika internasional di kantor BNN, Jakarta, 20 Februari 2018. Barang bukti lainnya yaitu 1 unit kapal ikan, 4 telepon seluler, 1 telepon satelit, dan 1 tas berisi dokumen kapal. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim gabungan Polri dan Bea Cukai memeriksa kapal ikan berbendera Taiwan karena diduga kuat mengangkut narkoba. Kapal tersebut tengah berlayar di perairan perbatasan Indonesia dan Singapura saat dicegat petugas.

    "Kami sedang memeriksa Kapal Win Long," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Brigadir Jenderal Eko Daniyanto dalam pesan singkat pada Sabtu, 24 Februari 2018. Pemeriksaan juga melibatkan anjing pelacak milik Bea Cukai Batam.

    Baca: Kabareskrim: Hukum Narkoba di Indonesia Tegas, tapi Kurang Keras

    Kapal patroli kanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau mencegat Kapal Win Long di Perairan Selat Philips, perairan yang memisahkan Indonesia dengan Singapura pada Jumat, 23 Februari 2018. Kapal ikan dengan 28 anak buah kapal (ABK) ini diduga membawa narkotika untuk diselundupkan ke Indonesia.

    Baca: Begini Kantor Unit Anjing Pelacak Narkoba yang Baru di Bogor

    Kapal tersebut kemudian digiring menuju Dermaga Ketapang Kanwil Bea Cukai Khusus Kepri di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau untuk bongkar muatan guna pemeriksaan. Hingga kini, tim gabungan masih memeriksa muatan kapal. "Kami sudah bekerja maksimal selama lima jam lebih," kata dia.

    Sebelumnya, Polri bersama Bea Cukai mengungkap kapal Taiwan berbendera Singapura yang menyelundupkan 1,8 ton narkoba jenis sabu di perairan Batam, Kepulauan Riau. Empat tersangka yang merupakan anak buah kapal (ABK) dan nakhoda ditangkap dalam kasus tersebut. Mereka adalah Tan Mai, 69 tahun, Tan Yi (33), Tan Hui (43, nakhoda) dan Liu Yin Hua (63) yang merupakan WN Taiwan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.