Bulan Depan, Gerindra Umumkan Prabowo Subianto Capres 2019

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • .

    .

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan partainya akan mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2019, bulan depan. Sebagai permulaan, Dewan Pengurus Daerah Provinsi Banten akan mengawali pembacaan deklarasi dukungan untuk Prabowo, besok .

    "Besok Banten lakukan deklarasi di Serang. Nanti bergantian daerah lain tergantung kesiapannya," kata Dasco saat dihubungi Tempo, Jumat, 23 Februari 2018.

    Baca juga: Fadli Zon: Jangan Pikir Prabowo Subianto Mau Sama Jokowi

    Menurut Dasco, semua kader Gerindra memiliki visi yang sama, yaitu meminta Prabowo maju menjadi calon presiden. Puncak deklarasi akan dilakukan di Jawa Tengah pada 11 Maret 2018. "Di sana DPD Jateng mengundang semua pengurus untuk menyaksikan deklarasi," kata dia.

    Adapun untuk calon wakil presidennya, Dasco menuturkan partainya belum memutuskan.

    Sebelumnya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendeklarasikan bakal kembali mengusung Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres 2019. Bila Jokowi dan Prabowo sama-sama maju, keduanya akan kembali bertarung seperti saat pemilihan presiden 2014.

    Berdasarkan hasil rilis sejumlah lembaga survei, Jokowi dan Prabowo merupakan dua tokoh dengan tingkat elektabilitas dan popularitas yang tinggi. Jauh di bawah mereka bermunculan tokoh lainnya.

    Baca juga: Poltracking: Kandidat Kuat Capres Hanya Jokowi dan Prabowo

    Lembaga Poltracking dalam rilis surveinya 18 Februari lalu telah melakukan simulasi lima nama kandidat presiden dalam pertanyaan semi terbuka. Simulasi tersebut menghasilkan 55,9 persen memilih Jokowi dan 29,9 persen memilih Prabowo, disusul Anies Baswedan sebesar 2,8 persen dan Gatot Nurmantyo 2,3 persen.

    Sedangkan Media Survei Nasional (Median) dalam surveinya pada Oktober 2017 menunjukkan elektabilitas Jokowi 36,2 persen, Prabowo 23,2 persen, dan Anies Baswedan 4,5 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.