FPI: Kalau Negara Darurat, Rizieq Shihab Bisa Saja Jadi Presiden

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rizieq Shihab menjadi saksi dalam sidang terdakwa kasus dugaan penistaan agama Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dalam persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, 28 Februari 2017. Raisan Al Farisi/Republika/pool

    Rizieq Shihab menjadi saksi dalam sidang terdakwa kasus dugaan penistaan agama Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dalam persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, 28 Februari 2017. Raisan Al Farisi/Republika/pool

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta Novel Bamukmin menanggapi masuknya Ketua Umum FPI Rizieq Shihab dalam bursa nama calon presiden dalam Survei Pemilu Presiden yang dilakukan Lembaga Media Survei Nasional (Median).

    Menurut Novel, bisa saja Rizieq menjadi Presiden, tapi tanpa menggunakan Pemilihan Umum melainkan didasarkan musyawarah mufakat, bukan demokrasi. “Kalau negara darurat dan mayoritas rakyat Indonesia meminta Habib Rizieq, bisa saja itu terjadi,” kata Novel kepada Tempo pada Jumat, 23 Februari 2018.

     Baca: Rizieq Shihab dan Ustad Somad Masuk Bursa Capres di Survei Median

    Masuknya nama Rizieq Shihab dalam bursa nama calon presiden di survei Median tak lepas dari pertanyaan terbuka yang diajukan lembaga itu kepada para responden. Direktur Median Rico Marbun mengatakan, nama Rizieq dan pendakwah Abdul Somad atau Ustad Somad diusulkan responden ketika mereka diminta mengusulkan tokoh di luar 33 nama yang ada dalam survei itu.

    Sekitar 33 nama yang diusulkan diantaranya Agus HarimurtiYudhoyono; AhmadHeryawan; AirlanggaHartarto; Al MuzzamilYusuf; AniesBaswedan; Anis Matta; Budi Gunawan; Chairul Tanjung; Fahri Hamzah; dan, GatotNurmantyo. Kemudian HaryTanoesoedibjo; AburizalBakrie; Hidayat Nur Wahid; IrwanPrayitno; Presiden JokoWidodo; M Shohibul Iman. Ada juga nama Mahfud MD; Mardani Ali Sera; Moeldoko; MuhaiminIskandar; PrabowoSubianto; Puan Maharani; Salim Segaf Al Jufri; dan, Surya Paloh. Selanjutnya terdapat nama SusiPudjiastuti; Tuan Guru Bajang M Zai

     

    Baca: Gaduh Mudik Rizieq Shihab dan Belah Suara Alumni 212

    Menurut Rico, pertanyaan yang diajukan kepada responden adalah jika pemilihan presiden dilakukan saat ini, siapakah yang anda pilih menjadi Presiden RI? dan jika namanya tidak ada dalam daftar harap anda sebutkan. Hasilnya elektabilitas Rizieq  Shihab yakni 0,3 persen, lalu Ustad Somad, elektabilitasnya 0,3 persen,” kata Rico Marbun.

    Rico menuturkan, cara yang dilakukannya dengan memberi kesempatan responden menyertakan calon presiden pilihannya lebih adil dibanding hanya menyodorkan beberapa nama.

    Survei digelar pada tanggal 1 sampai 9 Februari 2018 dengan mengambil 1.000 responden dengan tingkat batas kesalahan sebesar kurang lebih 3,1 persen. Survei itu diklaim mencapai tingkat kepercayaan 95 persen. Adapun sampel dipilih secara acak dengan teknik multistage random sampling.

    Simak: Kasus-Kasus Rizieq Shihab, 11 Tuntutan dalam 9 Bulan

     Pengamat politik dari Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago menilai kemunculan nama Rizieq Shihab dalam bursa capres karena faktor popularitas Rizieq. Meski begitu, potensi Rizieq menjadi calon presiden masih sangat jauh.

    “Orang populer itu belum tentu disukai. Orang suka belum tentu juga memilih. Jadi calon presiden itu banyak pertimbangan politiknya,” kata Pangi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.